Akhir-akhir ini di media sosial, diramaikan dengan adanya isu proselitisme (penyebaran keyakinan/agama) yang diduga dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Oleh karena itu, Humanitarian Forum Indonesia, yang merupakan forum bagi 15 lembaga kemanusiaan berbasis iman, yang terdiri dari Muhammadiyah Disaster Management Centre, Dompet Dhuafa, KARINA, KWI, Yayasan Tanggul Bencana di Indonesia, Wahana Visi Indonesia, YAKKUM Emergency Unit, Perkumpulan Peningkatan Keberdayaan Masyarakat, PKPU Human Initiative, Church World Service, Habitat for Humanity Indonesia, Unit Pengurangan Risiko Bencana Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, Rebana Indonesia, Rumah Zakat, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama, dan BAZNAS Tanggap Bencana.
Humanitarian Forum Indonesia
menghimbau kepada seluruh para pekerja dan relawan kemanusiaan untuk para pekerja dan relawan kemanusiaan yang berkerja di Lombok untuk selalu menjunjung kode etik dasar kemanusiaan, ketidakberpihakan, Netralitas, Independensi dan keterbukaan.
“Menjunjung prinsip-prinsip akuntabilitas kemanusiaan yang salah satunya adalah non-proselitisme (tidak menyebarkan keyakinan / agama yang berbeda dari keyakinan yang di anut penyintas,” ujar Direktur Eksekutif Humanitarian Forum Indonesia Surya Rahman Muhammad di Jakarta, Senin (27/8).
Selain itu, dirinya juga meminta para lembaga-lemabaga kemanusiaan tidak menggunakan atribut-atribut keagamaan yang berbeda dari mayoritas keyakinan yang dianut oleh penyintas selama pemberian layanan kemanusiaan. Tio/Kontributor.
