Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Tips Hindari Peningkatan Kolesterol Setelah Makan Daging Kurban

Abi Abdul Jabbar Sidik
24 August 2018 | 10:10
rubrik: Gaya Hidup, Info Sehat
Tips Hindari Peningkatan Kolesterol Setelah Makan Daging Kurban

olahan masakan daging kurban penuh kolesterol. (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

IBADAH.ID JAKARTA – Dalam beberapa hari ini, menu makan di dapur didominasi daging kambing atau sapi kurban. Mulai dari sate, tongseng, soto, sop sapi atau kambing. Di samping kaya nutrisi, daging sapi atau kambing sama-sama punya kandungan lemak dan kolesterol dengan kadar yang berbeda antara keduanya.

Untuk yang punya kolesterol tinggi, Anda mesti berhati-hati mengkonsumsi daging sapi atau kambing. Penumpukan kolesterol bisa berpengaruh terhadap kesehatan. Mulai dari kesehatan jantung, tekanan darah tinggi, stroke hingga gangguan disfungsi ereksi.

Agar kesehatan selalu terjaga, kita perlu menjaga pola makan dan menguasai tips agar daging yang kita konsumsi tidak membuat kadar kolesterol dalam tubuh meningkat. Berikut tips dari ahli gizi dr. Novia Kiftiani untuk menangkal kolesterol jahat.

Untuk mengurangi kadar kolesterol dalam daging sapi atau kambing, tutur Novia, bisa dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal. Pertama, cara masaknya.

“Lebih baik daging diolah dan dimasak dengan kuah,” kata dr. Novia

Kedua, panaskan lebih dahulu daging dengan air sampai matang atau berubah warna, tanpa minyak. Setelah itu, lanjutnya, tiriskan airnya sekitar satu sampai dua menit. Setelah itu siram pakai air panas agar lemaknya turun. Lalu, tiriskan sampai lima menit.

“Pada dasarnya lemak itu berkurang karena proses pemanasan,” urainya.

Ketiga, bahan masakannya. Kalau bisa tanpa menggunakan santan, karena santan juga mengandung kolestrol.

“Kalau pun mau pakai santan sedikit saja. Atau bisa juga santan diganti dengan susu. Kandungan lemak dalam susu lebih rendah daripada santan. Gunakan susu cair. Jangan susu kental,” paparnya.

Keempat, kata Novia, konsumsi sate, tongseng, soto, sop sapi atau kambing dibarengi dengan makan acar.

“Acar, terutama mentimun dapat menetralisir kadar kolestrerol selain dapat menurunkan lemak LDL (low density lipoprotein) juga dapat meningkatkan kadar HDL (high density lipoprotein),” ujarnya.

See also  Alatté Beauty Hadirkan Ragam Baru Kosmetik Pilihan Berkualitas

Novia melanjutkan, tips kelima, jika tidak suka mentimun atau acar, Anda bisa minum air teh tawar setelah makan daging kambing atau sapi.

“Teh juga dapat menetralisir kadar kolesterol, sehingga kadar kolesterol tidak akan terlalu tinggi,” paparnya.

Tips keenam, tambahnya, kalau tidak suka acar, mentimun atau teh, Anda bisa menggantinya dengan jus jeruk. “Jangan lupa, jus jeruknya harus tanpa gula,” imbuhnya.

Ia juga mengingatkan, sebaiknya kita tak berlebihan dalam mengkonsumsi daging. “Secukupnya saja. Jangan terlalu banyak. Apalagi bagi yang mengidap penyakit kolesterol,” pesannya.

Tags: Daging Kurban
Previous Post

Peran Indonesia Dinilai Dapat Mendorong Kerjasama Strategis Bidang Obat di Negara Anggota OKI

Next Post

Memegang Tongkat Saat Khutbah Jumat, Bagaimana Hukumnya?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks