Peran Indonesia Dinilai Dapat Mendorong Kerjasama Strategis Bidang Obat di Negara Anggota OKI

Penulis Abi Abdul Jabbar
IBADAH.ID, JAKARTA – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI) Penny K. Lukito pada tanggal 14 November 2017 lalu melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jendral OKI, H.E. Dr. Al-Othaimeen.

Penny menjelaskan, pertemuan tersebut  menjadi penting karena merupakan pertemuan pertama dimana negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) berdiskusi dan membangun komitmen yang konkrit terkait aspek kesehatan, kemitraan untuk bantuan teknis dan operasional dan potensi pengembangan hubungan perdagangan di bidang obat termasuk vaksin

“Salah satu produsen obat di Indonesia, yaitu PT. Bio Farma, memiliki produk vaksin terbanyak yang mendapatkan prekualifikasi dari WHO sehingga diizinkan mensuplai vaksin ke sejumlah negara, termasuk ke 48 negara OKI. Pada Desember 2017, PT. Bio Farma ditunjuk sebagai Center of Excellence (CoE) bidang vaksin bagi negara-negara OKI,” kata Penny di Jakarta, Jumat (24/8).

Karena itu Indonesia, kata Penny dalam hal ini BPOM RI, dinilai memiliki peran kepemimpinan yang penting (leading role) dalam mendorong kerja sama yang strategis di bidang obat khususnya untuk mendukung ketersediaan dan kemandirian (self-reliance) dalam memenuhi kebutuhan obat-obatan, termasuk vaksin, yang aman, bermutu, dan terjangkau di negara anggota OKI.

“Rencananya, pada November 2018, negara anggota OKI akan melakukan pertemuan internasional di Jakarta untuk membahas tentang isu kemandirian ketersediaan obat dan vaksin,” ungkapnya. Tio/Kontributor.

BACA JUGA

Tinggalkan komentar