MADANINEWS.ID, JAKARTA – Tahun 2039 diperkirakan menjadi salah satu tahun yang menarik dalam penanggalan Islam. Dalam rentang 12 bulan kalender Gregorian, umat Islam berpotensi merayakan dua Idul Adha dan satu Idul Fitri.
Bukan hanya tiga hari raya, dua rangkaian ibadah haji dari tahun Hijriah yang berbeda juga diproyeksikan berlangsung pada tahun yang sama. Fenomena tersebut terjadi karena kalender Hijriah dan kalender Gregorian memiliki panjang tahun yang berbeda.
Kalender Hijriah menggunakan siklus Bulan dengan satu tahun yang terdiri dari sekitar 354 hari. Sementara kalender Gregorian memiliki sekitar 365 hari dalam satu tahun. Selisih sekitar 10 hingga 11 hari tersebut membuat tanggal-tanggal dalam kalender Islam bergeser lebih awal setiap tahun jika dibandingkan dengan kalender Masehi.
Dalam siklus sekitar 33 tahun, pergeseran itu membuat bulan-bulan Hijriah bergerak melewati berbagai periode dalam kalender Gregorian. Salah satu dampaknya diproyeksikan terjadi pada 2039.
Dua Rangkaian Haji dalam 2039
Berdasarkan kalender Umm al-Qura yang dikutip dari theislamicinformation, rangkaian haji pertama pada 2039 berkaitan dengan 10 Zulhijah 1460 H.
Zulhijah 1460 diperkirakan dimulai pada 27 Desember 2038. Hari Tarwiyah atau 8 Zulhijah diproyeksikan jatuh pada 3 Januari 2039, kemudian wukuf di Arafah pada 4 Januari.
Sehari setelahnya, yakni 5 Januari 2039, diperkirakan menjadi Idul Adha atau 10 Zulhijah 1460 H. Rangkaian hari-hari haji kemudian berlangsung hingga 13 Zulhijah yang diproyeksikan jatuh pada 8 Januari.
Belum selesai tahun Masehi 2039, Zulhijah dari tahun Hijriah berikutnya akan kembali tiba. Kali ini adalah Zulhijah 1461 H yang diproyeksikan berlangsung pada Desember.
Wukuf di Arafah untuk rangkaian haji kedua diperkirakan berlangsung pada 25 Desember 2039. Sementara Idul Adha atau 10 Zulhijah 1461 H diproyeksikan jatuh pada 26 Desember.
Artinya, terdapat dua rangkaian haji dalam satu tahun Gregorian, tetapi keduanya berasal dari dua tahun Hijriah berbeda. Fenomena tersebut bukan berarti satu tahun Hijriah memiliki dua kali musim haji.
Tiga Hari Raya dalam 12 Bulan
Pergeseran kalender yang sama juga membuat 2039 berpotensi menghadirkan tiga hari raya dalam satu tahun Masehi.
Perayaan pertama adalah Idul Adha pada Januari 2039. Hari raya tersebut berkaitan dengan 10 Zulhijah 1460 H yang diproyeksikan jatuh pada 5 Januari.
Selanjutnya, umat Islam akan memasuki bulan Syawal 1461 H. Berdasarkan proyeksi kalender tersebut, 1 Syawal 1461 H atau Idul Fitri diperkirakan jatuh pada 19 Oktober 2039.
Sekitar dua bulan kemudian, Idul Adha kembali datang. Kali ini merupakan 10 Zulhijah 1461 H yang diproyeksikan berlangsung pada 26 Desember 2039.
Jika mengikuti proyeksi tersebut, susunan hari rayanya menjadi:
- 5 Januari 2039 — Idul Adha 1460 H
- 19 Oktober 2039 — Idul Fitri 1461 H
- 26 Desember 2039 — Idul Adha 1461 H
Dengan demikian, dalam satu tahun Gregorian terdapat dua Idul Adha yang berasal dari dua tahun Hijriah berbeda.
Bukan Fenomena Baru dalam Kalender Islam
Pergeseran tanggal Hijriah terhadap kalender Gregorian sebenarnya bukan fenomena baru. Perbedaan panjang tahun lunar dan solar secara berkala menghasilkan susunan kalender yang tidak biasa.
Contohnya diproyeksikan terjadi pada 2030. Pada tahun tersebut, awal Ramadan diperkirakan muncul dua kali dalam kalender Gregorian. Ramadan pertama diproyeksikan dimulai pada Januari, sedangkan Ramadan berikutnya kembali dimulai pada Desember.
Namun, Ramadan kedua akan berlanjut hingga 2031 sehingga Idul Fitri dari Ramadan tersebut dirayakan pada tahun berikutnya.
Kondisi 2039 memiliki karakter berbeda. Dua rangkaian haji dari dua tahun Hijriah berbeda diproyeksikan sama-sama berada dalam kalender Gregorian 2039, sekaligus menghadirkan dua Idul Adha dan satu Idul Fitri.
Jangan Dianggap sebagai Tanggal Resmi
Meski menarik, seluruh tanggal tersebut masih harus dipandang sebagai proyeksi, bukan jadwal resmi pelaksanaan haji maupun penetapan hari raya.
Tanggal yang digunakan mengacu pada kalender Umm al-Qura. Sementara dalam penentuan awal bulan Hijriah, terdapat sistem dan metode yang dapat menghasilkan perbedaan tanggal, termasuk pengamatan hilal dan keputusan resmi otoritas terkait.
Karena itu, tanggal 5 Januari dan 26 Desember 2039 sebagai Idul Adha masih mungkin mengalami perubahan ketika penetapan resmi dilakukan.
Fenomena 2039 pada dasarnya merupakan konsekuensi dari perbedaan sistem kalender lunar dan solar. Ketika bulan-bulan Hijriah terus bergeser terhadap kalender Masehi, dua Zulhijah dari tahun yang berbeda pada akhirnya dapat berada dalam satu tahun Gregorian yang sama.
Jika proyeksi tersebut sesuai dengan penetapan resmi nantinya, 2039 akan menjadi tahun yang unik dalam kalender Masehi: dua rangkaian haji dan tiga hari raya berlangsung dalam satu tahun.
