Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Jaksa Kulik Kedekatan Eks Stafsus dengan Yaqut, Abdul Qodir: Tentu Ada Faktor Itu

Abi Abdul Jabbar Sidik
23 September 2026 | 08:30
rubrik: Haji & Umrah
Jaksa Kulik Kedekatan Eks Stafsus dengan Yaqut, Abdul Qodir: Tentu Ada Faktor Itu

Jaksa KPK mengulik kedekatan Abdul Qodir dengan Yaqut Cholil Qoumas dalam sidang kuota haji. Abdul mengakui faktor kedekatan ikut berperan dalam penunjukannya sebagai staf khusus. (Foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta — Hubungan personal antara mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan mantan Staf Khusus Menteri Agama Bidang Hukum dan Pengawasan, Abdul Qodir, ikut menjadi materi yang didalami jaksa KPK dalam persidangan perkara dugaan korupsi pengelolaan kuota haji tambahan 2023-2024.

Saat menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026), Abdul mengakui faktor kedekatan dengan Yaqut ikut berperan ketika dirinya ditunjuk sebagai staf khusus. Namun, ia menegaskan penunjukan tersebut juga berkaitan dengan pengalaman dan kompetensi yang dimilikinya.

Jaksa awalnya menanyakan secara langsung apakah hubungan dekat keduanya menjadi alasan Abdul mendapat posisi tersebut.

“Apakah Saudara ditunjuk karena kedekatan tersebut?” tanya jaksa.

“Saya rasa tentu saja ada faktor itu,” jawab Abdul Qodir.

Kenal Sejak Kampus, Berlanjut di Organisasi

Abdul kemudian menjelaskan hubungan dirinya dengan Yaqut telah terjalin jauh sebelum Yaqut menjabat Menteri Agama.

Keduanya saling mengenal ketika masih berada di lingkungan kampus, kemudian kembali berinteraksi dalam kegiatan organisasi.

“Saya dengan Gus Yaqut tadi saya jelaskan, saya kenal di kampus. Kami teman di kampus, lalu kemudian di organisasi,” kata Abdul Qodir.

Menurut Abdul, kedekatan itu tidak hanya berupa hubungan pertemanan. Yaqut juga pernah menjadi pimpinannya di organisasi.

“Saya dekat sebagai teman dan sebagai pimpinan saya di organisasi. Kadang baik, kadang berantem. Ya, seperti itulah,” ujarnya.

Kesaksian tersebut sejalan dengan keterangan persidangan yang mencatat Abdul mengakui mengenal dan berteman dengan Yaqut sejak masa kuliah serta aktif bersama dalam organisasi.

Penugasan Bidang Non-Muslim Sempat Dipertanyakan

Abdul mengatakan penunjukannya sebagai staf khusus kala itu juga sempat menimbulkan pertanyaan dari sejumlah pihak.

Pasalnya, ia banyak mendapat tugas yang berkaitan dengan isu umat beragama non-Muslim, antara lain Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, serta penugasan kewilayahan di Bali dan sejumlah daerah di Kalimantan.

See also  Kemenag Minta Masyarakat Hati-hati Penipuan Loker Petugas Haji di Medsos

“Banyak juga yang bertanya kepada saya, kok bisa saya ditunjuk sebagai staf khusus, terutama karena waktu itu Pak Menteri Agama sering menyampaikan bahwa saya menangani bidang non-Muslim, seperti Kristen, Katolik, Buddha, Hindu,” tuturnya.

Dalam persidangan, Abdul juga menjelaskan tugas khusus yang pernah diberikan kepadanya mencakup Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB), serta sejumlah direktorat jenderal bimbingan masyarakat.

Klaim Punya Pengalaman di Isu Kerukunan

Abdul menilai penunjukannya tetap memiliki dasar profesional. Ia menyebut pernah memiliki pengalaman di bidang advokasi kerukunan umat beragama ketika aktif di organisasi nonpemerintah atau NGO.

“Karena Gus Yaqut mengenal saya, tentu saja itu sangat rasional karena saya memang punya latar belakang advokasi di bidang kerukunan umat beragama,” katanya.

Selain pengalaman tersebut, Abdul mengatakan pendidikan masternya juga berkaitan dengan persoalan yang kemudian menjadi bagian dari lingkup tugasnya di Kementerian Agama.

“Pada saat saya banyak di NGO. Lalu kemudian studi master saya juga tentang perizinan gereja,” ujar Abdul Qodir.

Jaksa kemudian memastikan kembali keterangan tersebut.

“Perizinan gereja?” tanya jaksa.

“Iya,” jawab Abdul Qodir.

Empat Terdakwa dalam Perkara Kuota Haji

Dalam perkara dugaan korupsi pengelolaan kuota haji tambahan 2023-2024, empat orang didakwa, yakni mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, mantan Staf Khusus Menteri Agama Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex, Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour) Ismail Adham, serta Ketua Umum Kesthuri sekaligus Komisaris PT Raudhah Eksati Utama Asrul Azis Taba.

Jaksa mendakwa perkara tersebut menimbulkan kerugian negara setidak-tidaknya Rp622,09 miliar. Dalam dakwaan, nilai tersebut disebut bersumber dari hasil pemeriksaan investigatif BPK mengenai penyelenggaraan kuota haji 2023-2024.

See also  Pelunasan Bipih Tahap II Dibuka 13 Maret, Diprioritaskan bagi Pendamping Lansia dan Disabilitas

Kerugian itu disebut terdiri atas tiga komponen, yakni selisih penerimaan dan pengeluaran PIHK untuk jemaah haji khusus yang disebut seharusnya tidak berhak berangkat sebesar Rp438,2 miliar, penerimaan PIHK dari penjualan kuota petugas haji khusus sebesar Rp39,95 miliar, serta fee percepatan pengisian kuota haji khusus tambahan 2023 dan 2024 sebesar Rp143,92 miliar.

Perkara tersebut masih dalam proses persidangan. Keterangan saksi dan dakwaan jaksa masih menjadi materi yang diuji di pengadilan dan belum merupakan putusan bersalah yang berkekuatan hukum tetap.


Rekomendasi Judul Gaya detik

  1. Jaksa Kulik Kedekatan Abdul Qodir-Yaqut: Jadi Stafsus karena Teman?
  2. Eks Stafsus Akui Faktor Kedekatan dengan Yaqut: Tentu Saja Ada
  3. Ditanya Kenapa Jadi Stafsus Yaqut, Abdul Qodir Blak-blakan soal Kedekatan
  4. Dari Teman Kampus Jadi Stafsus, Abdul Qodir Ungkap Hubungannya dengan Yaqut
  5. Jaksa Cecar Eks Stafsus soal Kedekatan dengan Yaqut, Ini Jawabannya
  6. Abdul Qodir Akui Kedekatan Punya Andil saat Ditunjuk Jadi Stafsus Yaqut
  7. Kenal Sejak Kampus, Eks Stafsus Cerita Awal Kedekatannya dengan Yaqut
  8. “Tentu Ada Faktor Itu”, Eks Stafsus Buka-bukaan soal Kedekatan dengan Yaqut
  9. Sidang Haji Kulik Relasi Yaqut-Abdul Qodir: Teman Lama hingga Jadi Stafsus
  10. Jaksa Tanya Faktor Kedekatan di Balik Penunjukan Stafsus Yaqut

Rekomendasi Judul Gaya Kompas

  1. Eks Stafsus Akui Faktor Kedekatan dengan Yaqut Berperan dalam Penunjukannya
  2. Jaksa Dalami Hubungan Abdul Qodir dan Yaqut dalam Sidang Kuota Haji
  3. Abdul Qodir Mengaku Kenal Yaqut Sejak Kampus hingga Organisasi
  4. Sidang Kuota Haji, Jaksa Pertanyakan Faktor Kedekatan dalam Penunjukan Stafsus
  5. Eks Stafsus: Kedekatan dengan Yaqut Salah Satu Faktor Penunjukan
  6. Abdul Qodir Jelaskan Alasan Dirinya Ditunjuk sebagai Stafsus Yaqut
  7. Jaksa Gali Latar Belakang Penunjukan Abdul Qodir sebagai Staf Khusus Menteri Agama
  8. Eks Stafsus Sebut Pengalaman Advokasi Kerukunan Jadi Dasar Penugasannya
  9. Dari Teman Kampus hingga Staf Khusus, Abdul Qodir Beberkan Hubungannya dengan Yaqut
  10. Abdul Qodir Akui Dekat dengan Yaqut, tetapi Tekankan Latar Belakang Profesional
See also  Arab Saudi Buka Pendaftaran Relawan Kesehatan Haji 2026, Catat Syaratnya!

Rekomendasi Judul Gaya Kumparan

  1. Seberapa Dekat Abdul Qodir dengan Yaqut? Jaksa Menguliknya di Sidang Haji
  2. Dari Teman Kampus ke Stafsus Menteri, Abdul Qodir Cerita soal Yaqut
  3. “Tentu Ada Faktor Itu”, Abdul Qodir Bicara soal Kedekatannya dengan Yaqut
  4. Jaksa Tanya Kenapa Abdul Qodir Jadi Stafsus Yaqut, Begini Jawabannya
  5. Kedekatan atau Kompetensi? Eks Stafsus Yaqut Buka Suara di Persidangan
  6. Hubungan Lama Yaqut-Abdul Qodir Jadi Sorotan Jaksa di Sidang Kuota Haji
  7. Eks Stafsus Ungkap Awal Kedekatannya dengan Yaqut Sejak Masa Kampus
  8. Abdul Qodir Akui Faktor Pertemanan saat Ditunjuk Yaqut, tetapi Ada Alasan Lain
  9. Kenapa Yaqut Memilih Abdul Qodir Jadi Stafsus? Jawabannya Terungkap di Sidang
  10. Teman, Pimpinan Organisasi, lalu Menteri: Relasi Yaqut-Abdul Qodir Dikulik Jaksa

Focus Keyphrase

kedekatan Abdul Qodir dengan Yaqut

Meta Description

Jaksa KPK mengulik kedekatan Abdul Qodir dengan Yaqut Cholil Qoumas dalam sidang kuota haji. Abdul mengakui faktor kedekatan ikut berperan dalam penunjukannya sebagai staf khusus.

Slug SEO

jaksa-kulik-kedekatan-abdul-qodir-yaqut-stafsus

Hashtag

#YaqutCholilQoumas #AbdulQodir #StafsusMenag #KementerianAgama #Kemenag #KuotaHaji #SidangKuotaHaji #KPK #PengadilanTipikor #HajiIndonesia #KorupsiKuotaHaji #KerukunanUmatBeragama

Tags: Abdul Qodirhaji indonesiaKemenagKementerian Agamakorupsi kuota hajiKPKkuota hajipengadilan tipikorsidang kuota hajiStafsus Menagyaqut cholil quomas
Previous Post

Yaqut Kejar Asal-usul T0: Kok Bisa Jemaah Berangkat Tanpa Antre?

Next Post

Yaqut Akui Marahi Bawahan di Rapat Haji, Klaim demi Pastikan Tak Ada Korupsi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks