Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Asam Hialuronat Jadi Bahan Popular Skincare, Bagaimana Status Kehalalannya?

Abi Abdul Jabbar Sidik
17 September 2026 | 12:00
rubrik: Ekonomi Syariah, Info Halal
Asam Hialuronat Jadi Bahan Popular Skincare, Bagaimana Status Kehalalannya?

Asam Hialuronat populer dalam skincare karena mampu menjaga hidrasi kulit, tetapi LPPOM mengingatkan bahwa status halalnya bergantung pada sumber bahan dan proses produksi.(Foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Popularitas Asam Hialuronat atau hyaluronic acid dalam produk skincare terus meningkat karena kemampuannya menjaga kelembapan kulit. Namun, bagi konsumen Muslim, manfaat tersebut tetap perlu dibarengi dengan kepastian mengenai sumber bahan dan proses produksinya.

Auditor Senior LPPOM, Hendra Utama, menjelaskan Asam Hialuronat sebenarnya merupakan senyawa yang secara alami terdapat dalam tubuh manusia, termasuk pada kulit, mata, sendi, hingga jaringan saraf.

“Asam Hialuronat sudah ada secara alami dalam tubuh. Ia tersebar di kulit, mata, sendi, hingga jaringan saraf, dan fungsinya sangat vital dalam menjaga kelembapan serta melindungi jaringan tubuh,” kata Hendra, dikutip dari Jurnal Halal LPPOM, Senin (14/9/2026).

Seiring bertambahnya usia, produksi Asam Hialuronat dalam tubuh menurun. Kondisi ini dapat membuat kulit menjadi lebih kering, garis halus mulai terlihat, dan sendi terasa kurang lentur.

Dikenal sebagai Pelembap Super

Dalam industri kecantikan, Asam Hialuronat dikenal sebagai salah satu bahan pelembap karena mampu menahan air hingga 1.000 kali beratnya sendiri.

Kemampuan tersebut membuatnya banyak digunakan dalam berbagai produk, mulai dari serum, pelembap, krim malam hingga sheet mask.

“Dari semua bahan yang dipakai dalam skincare modern, AH adalah salah satu yang paling efektif dalam mengembalikan hidrasi kulit,” ujar Hendra.

Asam Hialuronat juga memiliki penggunaan di bidang medis. Senyawa ini dimanfaatkan antara lain untuk membantu pelumasan sendi, mengatasi mata kering melalui tetes mata, serta membantu proses penyembuhan luka pascaoperasi maupun luka bakar.

Tidak Semua Asam Hialuronat Otomatis Halal

Meski secara alami terdapat dalam tubuh manusia, Hendra mengingatkan bahwa produk Asam Hialuronat yang digunakan dalam industri tidak otomatis berstatus halal.

Sumber bahan baku dan proses produksinya tetap harus dipastikan memenuhi standar kehalalan.

See also  LPPOM MUI Buka Laboratorium Halal di Deltamas Cikarang

“Tidak semua Asam Hialuronat otomatis halal. Sumber bahan baku dan seluruh proses produksi harus jelas dan sesuai standar,” kata Hendra menegaskan.

Menurutnya, konsumen perlu memastikan bahwa produk yang digunakan memiliki informasi yang jelas mengenai status kehalalannya. Klaim seperti natural atau organic tidak dapat langsung disamakan dengan halal.

“Natural itu baik, organic itu baik, tetapi halal adalah kepastian. Dan kepastian itu hanya bisa didapat melalui sertifikasi,” kata Hendra menambahkan.

Sertifikasi Halal Kosmetik Jadi Perhatian

Dalam konteks produk kosmetika, sertifikasi halal menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan produsen maupun konsumen.

Produsen juga diminta tidak menunggu sampai batas waktu kewajiban sertifikasi halal tiba sebelum mengurus proses tersebut.

“Produsen jangan menunggu hingga batas waktu tiba. Mengajukan sertifikasi halal sejak awal lebih aman, lebih efisien, dan membuka peluang besar untuk menembus pasar global,” ujarnya.

Bagi konsumen, langkah yang dapat dilakukan antara lain memeriksa izin edar BPOM, memastikan adanya logo atau sertifikat halal BPJPH, serta tidak hanya mengandalkan klaim pemasaran pada kemasan.

LPPOM sebagai Lembaga Pemeriksa Halal juga menyediakan layanan pendampingan bagi pelaku usaha, salah satunya melalui program Halal On 30, untuk membantu produsen memahami proses pemeriksaan kehalalan produk.

Dengan demikian, penggunaan Asam Hialuronat dalam skincare bukan hanya soal efektivitas dalam menjaga kelembapan kulit, tetapi juga soal kepastian bahan dan proses produksinya bagi konsumen yang membutuhkan jaminan halal.

Tags: Asam HialuronatHalalKosmetik HalalLPPOM MUISkincareskincare halal
Previous Post

Batik Juga Punya Titik Kritis Halal, dari Gelatin hingga Malam Berlemak Hewani

Next Post

Dulu Belum Ada Mata Uang Islam, Begini Cara Muslim Jual Beli

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks