Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Ketika Badai Menerpa Bahtera Rumah Tangga: Tuntunan Islam Menghadapi Konflik Suami Istri (Bagian 3)

Abi Abdul Jabbar Sidik
3 August 2026 | 13:34
rubrik: Gaya Hidup, Keluarga
Ketika Badai Menerpa Bahtera Rumah Tangga: Tuntunan Islam Menghadapi Konflik Suami Istri (Bagian 1)

Ilustrasi pertengkaran rumah tangga. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Pada bagian pertama telah dijelaskan bahwa langkah awal menghadapi konflik rumah tangga adalah berani mengintrospeksi diri, mengakui kesalahan, memperbanyak istigfar, serta bertobat kepada Allah SWT. Sikap tersebut menjadi pintu masuk bagi hadirnya perdamaian karena seseorang tidak lagi sibuk menyalahkan pasangannya, melainkan terlebih dahulu memperbaiki dirinya sendiri.

Namun, mengakui kesalahan saja belum cukup untuk menjaga keutuhan sebuah keluarga. Rumah tangga membutuhkan fondasi yang lebih kokoh agar mampu bertahan menghadapi berbagai ujian kehidupan. Fondasi itu adalah ketakwaan kepada Allah SWT.

Ketika suami dan istri sama-sama menjadikan Allah sebagai tujuan utama dalam kehidupan berumah tangga, setiap persoalan tidak lagi dipandang sebagai ajang memenangkan ego, tetapi sebagai kesempatan untuk mencari jalan keluar yang diridhai-Nya.

Kedua: Bertakwa kepada Allah dan Istikamah dalam Ketaatan

Dalam Islam, ketakwaan bukan hanya berkaitan dengan hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun hubungan antarsesama manusia, termasuk antara suami dan istri.

Allah SWT berfirman:

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجاً وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. At-Thalaq: 2-3)

Ayat ini memberikan harapan besar bagi setiap keluarga muslim. Tidak ada persoalan yang terlalu rumit bagi Allah SWT. Tidak ada konflik yang mustahil diselesaikan selama kedua belah pihak sama-sama berusaha mendekat kepada-Nya.

Sering kali manusia merasa jalan telah buntu. Komunikasi tidak lagi berjalan baik, kepercayaan mulai memudar, bahkan harapan seolah hilang. Namun, Allah SWT menjanjikan sesuatu yang tidak mampu diberikan oleh siapa pun, yaitu jalan keluar.

Bukan sekadar solusi yang tampak di hadapan mata, melainkan jalan keluar yang terkadang datang dari arah yang sama sekali tidak disangka.

Karena itu, rumah tangga yang dibangun di atas ketakwaan akan memiliki daya tahan yang jauh lebih kuat ketika diterpa ujian. Sebab, setiap keputusan selalu dikembalikan kepada petunjuk Allah dan Rasul-Nya, bukan kepada emosi sesaat.

See also  Arab Saudi 'Islamkan' 347 Ribu Orang dalam 5 Tahun

Rumah yang Dipenuhi Ibadah Akan Dipenuhi Rahmat

Salah satu wujud ketakwaan dalam rumah tangga adalah saling mengingatkan dalam kebaikan. Suami mengingatkan istrinya kepada Allah SWT, demikian pula sebaliknya. Hubungan mereka tidak berhenti pada urusan dunia, tetapi saling membantu agar sama-sama selamat di akhirat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

رحِمَ اللَّهُ رجلًا قامَ مِن اللَّيلِ فصلَّى وأيقظَ امرأتَه ، فإن أبَتْ نضحَ في وجهِها الماءَ ، رحِمَ اللَّهُ امرأةً قامَت مِن اللَّيلِ وصلَّتْ وأيقظَتْ زَوجَها فإن أبَى نضَحَتْ في وجهِه الماءَ

“Allah merahmati laki-laki yang bangun pada malam hari, kemudian salat dan membangunkan istrinya, (kemudian istrinya juga salat). Maka, jika istrinya enggan, ia memercikkan air ke wajahnya (yaitu, memercikkan air dengan percikan yang lembut). Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala juga merahmati wanita yang bangun pada malam hari, kemudian salat dan membangunkan suaminya, (kemudian suaminya juga salat), maka jika suaminya enggan, ia memercikkan air ke wajahnya.” (HR. Abu Dawud no. 1308, An-Nasa’i no. 1610 dan Ibnu Majah no. 1336)

Hadis ini menunjukkan bahwa rumah tangga yang dipenuhi ibadah akan lebih mudah dipenuhi kasih sayang. Ketika suami dan istri sama-sama bersujud di hadapan Allah SWT, hati mereka menjadi lebih lembut, lebih mudah memaafkan, dan lebih ringan menerima kekurangan pasangannya.

Tidak mengherankan apabila banyak ulama menyebut bahwa kualitas hubungan seorang suami dan istri sering kali merupakan cerminan kualitas hubungan mereka dengan Allah SWT.

Semakin dekat seseorang kepada Rabb-nya, semakin baik pula akhlaknya kepada pasangannya.

Ketiga: Menempuh Mediasi Ketika Konflik Menemui Jalan Buntu

Meski demikian, tidak semua konflik dapat diselesaikan hanya oleh suami dan istri. Ada kalanya persoalan berkembang sedemikian rumit sehingga setiap percakapan justru memicu pertengkaran baru.

Dalam kondisi seperti ini, Islam tidak mengajarkan pasangan untuk terus mempertahankan ego hingga hubungan semakin rusak. Syariat justru memberikan solusi berupa mediasi.

Allah SWT berfirman:

وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُواْ حَكَماً مِّنْ أَهْلِهِ وَحَكَماً مِّنْ أَهْلِهَا إِن يُرِيدَا إِصْلاَحاً يُوَفِّقِ اللّهُ بَيْنَهُمَا إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلِيماً خَبِيراً

“Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya (antara suami dan istri), maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud ishlah (mengadakan perbaikan), niscaya Allah akan memberi taufik kepada suami-istri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. An-Nisa’: 35)

Ayat ini menunjukkan bahwa Islam tidak memandang meminta bantuan sebagai bentuk kegagalan rumah tangga.

See also  Tips Memilih Masker untuk Pencegahan Virus Corona

Sebaliknya, ketika konflik sudah tidak lagi dapat diselesaikan secara objektif oleh kedua pasangan, menghadirkan pihak ketiga yang bijaksana justru merupakan langkah yang dianjurkan.

Namun, mediator yang dimaksud bukanlah orang yang akan memperkeruh suasana atau membela salah satu pihak secara membabi buta. Al-Qur’an menggunakan istilah hakam, yaitu orang yang memiliki kebijaksanaan, memahami duduk persoalan, menjaga amanah, serta benar-benar menginginkan ishlah atau perdamaian.

Apabila niat semua pihak adalah memperbaiki hubungan, Allah SWT menjanjikan pertolongan-Nya.

Inilah yang sering terlupakan dalam kehidupan modern. Tidak sedikit konflik rumah tangga justru semakin besar karena melibatkan orang-orang yang gemar mengadu domba atau memperkeruh keadaan, bukan mencari solusi.

Keempat: Perceraian Adalah Jalan Terakhir

Islam mengakui bahwa tidak semua rumah tangga dapat dipertahankan. Ada keadaan tertentu ketika perceraian menjadi pilihan yang tidak dapat dihindari.

Namun, syariat menempatkan perceraian sebagai jalan terakhir, bukan solusi pertama.

Sebab, setan sangat menyukai perpecahan dalam rumah tangga.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air, kemudian dia mengutus bala tentaranya, maka yang akan menjadi pasukan yang paling dekat dengan dia adalah yang paling banyak fitnahnya. Lalu ada yang datang dan berkata, ‘Saya telah berbuat ini dan itu’. Maka, iblis berkata, ‘Engkau tidak berbuat apa-apa’. Kemudian ada yang datang lagi dan berkata, ‘Saya tidak meninggalkan seorang pun kecuali telah aku pisahkan antara dia dengan istrinya’. Maka, iblis mendekatkan dia padanya dan mengatakan, ‘Engkaulah sebaik-baik pasukanku’.” (HR. Muslim no. 2813)

Hadis ini menjadi peringatan agar pasangan tidak mudah menyerah ketika menghadapi ujian rumah tangga.

Setan akan selalu berusaha memperbesar persoalan kecil menjadi alasan untuk berpisah. Karena itu, selama masih ada peluang untuk berdamai, memperbaiki komunikasi, dan mengembalikan keharmonisan, maka upaya tersebut harus didahulukan.

See also  Jenis Obat-obatan Herbal yang Dikonsumsi Rasulullah SAW Saat Sakit

Perceraian bukan hanya mengakhiri hubungan antara suami dan istri, tetapi sering kali meninggalkan luka yang panjang bagi anak-anak, keluarga besar, bahkan lingkungan sekitar.

Meski demikian, apabila perceraian benar-benar menjadi satu-satunya jalan keluar, Islam tetap mengajarkan agar proses tersebut dilakukan dengan penuh adab.

Allah SWT berfirman:

الطَّلاَقُ مَرَّتَانِ فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌ بِإِحْسَانٍ

“Talak (yang dapat dirujuk) itu dua kali. (Setelah itu suami dapat) menahan (rujuk), dengan cara yang patut atau melepaskan (menceraikan) dengan baik.” (QS. Al-Baqarah: 229)

Ayat ini mengajarkan bahwa bahkan ketika perpisahan tidak dapat dihindari, seorang muslim tetap dituntut menjaga akhlak. Tidak ada ruang bagi saling menghina, membuka aib pasangan, apalagi menzalimi hak-haknya.

Menjadikan Rumah Tangga sebagai Jalan Menuju Surga

Pada akhirnya, rumah tangga bukanlah tentang mencari pasangan yang sempurna, melainkan tentang dua insan yang sama-sama belajar menjadi lebih baik setiap hari.

Konflik akan selalu ada. Perbedaan pendapat pun tidak mungkin dihindari. Namun, selama suami dan istri menjadikan Allah SWT sebagai tujuan, Rasulullah ﷺ sebagai teladan, serta syariat sebagai pedoman dalam menyelesaikan persoalan, setiap badai akan lebih mudah dilalui.

Rumah tangga yang kokoh bukanlah rumah yang tidak pernah diterpa ujian, melainkan rumah yang setiap kali diuji selalu kembali kepada Allah SWT.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan hidayah, taufik, dan rahmat-Nya kepada setiap keluarga muslim. Semoga setiap rumah dipenuhi sakinah, mawaddah, dan rahmah, serta menjadi tempat bertumbuhnya generasi yang saleh dan salehah. Dan semoga setiap ikhtiar menjaga keutuhan rumah tangga menjadi jalan yang mengantarkan seluruh anggota keluarga berkumpul kembali di surga-Nya.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Tags: Islamkeluargakonflik rumah tanggapernikahanrumah tanggatuntunan islam
Previous Post

Ketika Badai Menerpa Bahtera Rumah Tangga: Tuntunan Islam Menghadapi Konflik Suami Istri (Bagian 2)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks