MADANINEWS.ID, MAKKAH – Pemerintah Arab Saudi terus mengintensifkan edukasi keagamaan bagi jemaah umrah yang berziarah ke Jabal Rahmah, Arafah. Upaya ini dilakukan untuk meluruskan berbagai praktik yang tidak sesuai dengan syariat Islam, termasuk kepercayaan berbau khurafat dan tindakan vandalisme yang masih ditemukan di salah satu lokasi bersejarah tersebut.
Program edukasi tersebut dijalankan oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Arab Saudi melalui Sekretariat Jenderal Penyuluhan Islam untuk Haji, Umrah, dan Ziarah selama musim umrah 1448 Hijriah.
Jabal Rahmah Jadi Titik Edukasi Jamaah
Sebagai bagian dari program tersebut, kementerian membuka stan-stan penyuluhan di kawasan Jabal Rahmah dan Masjid Namirah yang dapat diakses para peziarah.
Di lokasi itu, para dai bersama penerjemah dalam berbagai bahasa memberikan konsultasi keagamaan sekaligus menjawab pertanyaan jemaah mengenai tata cara berziarah yang sesuai dengan syariat Islam.
Layanan tersebut menjadi bagian dari sistem penyuluhan terpadu yang disiapkan pemerintah Arab Saudi untuk meningkatkan pemahaman jemaah mengenai hukum-hukum syariat saat mengunjungi situs-situs bersejarah.
Luruskan Praktik Khurafat dan Cegah Vandalisme
Selain memberikan bimbingan, petugas juga mengingatkan jemaah terhadap berbagai kekeliruan dalam praktik ibadah serta meluruskan pemahaman yang dinilai tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Upaya ini dilakukan untuk mencegah praktik-praktik berbau khurafat yang kerap dikaitkan dengan Jabal Rahmah, termasuk anggapan bahwa lokasi tersebut merupakan tempat khusus untuk memohon jodoh. Di sisi lain, edukasi juga diarahkan untuk mencegah tindakan vandalisme yang dapat merusak kawasan bersejarah tersebut.
Untuk memperluas jangkauan edukasi, kementerian membagikan buku, brosur, serta berbagai materi keislaman dalam beragam bahasa agar lebih mudah dipahami oleh jemaah dari berbagai negara.
Pemerintah Arab Saudi berharap program tersebut dapat meningkatkan pemahaman syariat Islam di kalangan peziarah sehingga ibadah dapat dilaksanakan sesuai tuntunan.
Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan menyatakan program ini merupakan bagian dari misinya dalam menyebarluaskan pemahaman Islam, memperkuat nilai moderasi (wasathiyah), serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada para tamu Allah.
Program edukasi tersebut juga menjadi salah satu upaya yang mendukung target Saudi Vision 2030 dalam meningkatkan mutu layanan bagi jemaah haji dan umrah.
