Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Begini Tahapan Pencucian Ka’bah yang Menjadi Tradisi Sejak Berabad-abad

Abi Abdul Jabbar Sidik
1 July 2026 | 11:00
rubrik: Haji & Umrah
Begini Tahapan Pencucian Ka’bah yang Menjadi Tradisi Sejak Berabad-abad

Prosesi Ghusl Ka'bah kembali digelar pada 15 Muharam 1448 H. Simak tahapan pencucian Ka'bah, bahan yang digunakan, serta makna tradisi sakral yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, MAKKAH – Prosesi Ghusl Ka’bah atau pencucian bagian dalam Ka’bah kembali dilaksanakan pada Selasa (30/6/2026), bertepatan dengan 15 Muharam. Tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad itu menjadi salah satu ritual tahunan di Masjidil Haram sebagai bentuk penghormatan terhadap Ka’bah sekaligus upaya menjaga bangunan suci umat Islam.

Menjelang prosesi dimulai, pintu Ka’bah dibuka untuk mempersiapkan proses pembersihan interior bangunan. Kegiatan tersebut meliputi pembersihan dinding, lantai, hingga tiang-tiang di dalam Ka’bah sebagai bagian dari perawatan fisik sekaligus pelestarian nilai sejarah dan arsitekturnya.

Otoritas Umum Urusan Dua Masjid Suci menjelaskan, pelaksanaan Ghusl Ka’bah dilakukan melalui tiga tahapan utama, yakni persiapan, proses pencucian, serta pemberian wewangian dan pembakaran dupa.

Pada tahap persiapan, disediakan 15 liter air Zamzam, 15 liter air mawar, 15 liter minyak mawar, serta 100 mililiter minyak oud.

Selanjutnya, bagian dalam Ka’bah dibersihkan menggunakan campuran air Zamzam, air mawar, dan wewangian premium. Setelah proses pencucian selesai, interior Ka’bah kemudian diberi aroma harum menggunakan dupa dan minyak aromatik berkualitas tinggi.

Simbol Penghormatan terhadap Ka’bah

Menurut Otoritas Umum Urusan Dua Masjid Suci, tradisi pencucian Ka’bah merupakan salah satu warisan yang terus dipelihara dari generasi ke generasi. Selain memiliki makna spiritual, ritual tersebut juga mencerminkan penghormatan umat Islam terhadap Ka’bah sebagai kiblat.

Prosesi tahunan itu juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memberikan pelayanan kepada Dua Masjid Suci beserta para jemaah dan pengunjungnya.

Otoritas tersebut menyatakan seluruh tahapan pelaksanaan dilakukan dengan penuh ketelitian serta mengikuti standar operasional yang telah disiapkan untuk menjaga kesucian Ka’bah.

Selain itu, seluruh bahan yang digunakan dalam prosesi telah dipersiapkan sebelumnya sesuai sistem pelayanan dan standar terbaru guna mendukung kelancaran pelaksanaan ritual tahunan yang menjadi perhatian umat Islam di berbagai belahan dunia.

See also  Antisipasi Kondisi Darurat Penyakit Jantung, Masjidil Haram Sediakan 15 Perangkat AED

Sumber: Saudi Press Agency (SPA).

Tags: ghusl kabahMasjidil Harampencucian kabah
Previous Post

Saudia Rampungkan Operasional Haji 2026, Ini Capaian Layanannya

Next Post

Polda Metro Telusuri Aset Hanania Group, Diupayakan untuk Berangkatkan Korban Umrah ke Tanah Suci

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks