Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Empat Bulan Haram dalam Islam, Kapan Saja dan Apa Keistimewaannya?

Abi Abdul Jabbar Sidik
25 June 2026 | 12:00
rubrik: Khazanah Islam
Empat Bulan Haram dalam Islam, Kapan Saja dan Apa Keistimewaannya?

Ilustrasi Bulan Haram. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta – Memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, umat Muslim kembali diingatkan pada salah satu momentum istimewa dalam kalender Islam, yakni datangnya bulan Muharram. Tidak sekadar menjadi penanda pergantian tahun, Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram atau asyhurul hurum yang dimuliakan Allah SWT.

Keistimewaan bulan-bulan haram telah disebutkan dalam Al-Qur’an dan dijelaskan secara rinci oleh Rasulullah SAW melalui berbagai hadits. Pada bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, memperkuat ketakwaan, serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan karena kemuliaannya yang begitu agung di sisi Allah SWT.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan bulan haram? Mengapa Allah SWT memberikan kedudukan khusus kepada empat bulan tersebut?

Bulan Haram, Waktu yang Dimuliakan Allah SWT

Secara bahasa, kata haram berarti sesuatu yang dimuliakan, dihormati, dan dijaga kesuciannya. Dalam konteks kalender Hijriah, bulan haram merupakan empat bulan yang memiliki kehormatan khusus sehingga umat Islam diperintahkan menjaga diri dari segala bentuk kezaliman maupun perbuatan dosa.

Dalam buku Tanya Jawab Islam susunan Tim PISS-KTB, Al Qadhi Abu Ya’la menjelaskan bahwa penyebutan bulan haram memiliki dua alasan utama.

Pertama, pada bulan-bulan tersebut diharamkan berbagai bentuk peperangan dan pertumpahan darah. Tradisi ini bahkan telah dikenal sejak masa Arab Jahiliyah dan diwariskan sejak zaman Nabi Ibrahim AS.

Kedua, Allah SWT menjadikan bulan-bulan tersebut sebagai waktu yang penuh kemuliaan sehingga umat Islam diperintahkan menjauhi segala bentuk kemaksiatan sekaligus memperbanyak amal saleh.

Al-Qur’an Menegaskan Kemuliaan Bulan Haram

Keutamaan bulan haram bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki landasan yang kuat dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلشَّهْرِ ٱلْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ ۖ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ ۖ وَصَدٌّ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَكُفْرٌۢ بِهِۦ وَٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِۦ مِنْهُ أَكْبَرُ عِندَ ٱللَّهِ ۚ وَٱلْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ ٱلْقَتْلِ …

Artinya:

“Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: ‘Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh.'” (QS Al-Baqarah: 217)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa kesucian bulan haram harus dijaga karena pelanggaran terhadap kehormatannya dipandang sebagai dosa besar di sisi Allah SWT.

See also  Yang Dimaksud dengan Hari Tasyrik

Inilah Empat Bulan Haram dalam Islam

Rasulullah SAW menjelaskan secara tegas bahwa dalam satu tahun terdapat empat bulan yang memiliki kedudukan istimewa.

Beliau bersabda:

“Zaman berputar seperti hari Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu terdiri dari 12 bulan, di antaranya 4 bulan Haram, tiga bulan berurutan, Zulkaidah, Zulhijjah, dan Muharram. Adapun Rajab yang juga merupakan bulannya kaum Mudhar, berada di antara Jumadil Akhir dan Sya’ban.” (HR Bukhari dan Muslim)

Berdasarkan hadits tersebut, empat bulan haram adalah:

  • Zulkaidah
  • Zulhijjah
  • Muharram
  • Rajab

Tiga bulan pertama datang secara berurutan, sedangkan Rajab berada di pertengahan kalender Hijriah.

Mengapa Dosa dan Pahala Berbeda pada Bulan Haram?

Kemuliaan bulan haram membuat setiap amal memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Dalam buku Dakwah Kreatif: Muharram, Maulid Nabi, Rajab dan Sya’ban karya Udji Asiyah disebutkan bahwa Abdullah bin Abbas RA berkata:

“Allah mengkhususkan empat bulan yang dijadikannya sebagai bulan-bulan haram, kehormatannya sangat agung, dosa-dosa pada bulan tersebut lebih besar (dari bulan-bulan lainnya) dan Dia menjadikan amal saleh dan pahalanya juga lebih besar.”

Karena itu, para ulama menganjurkan agar umat Islam menjadikan bulan-bulan haram sebagai momentum memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan meninggalkan kebiasaan buruk.

Hikmah Besar di Balik Bulan Haram

Bulan haram bukan hanya menjadi pengingat akan pentingnya menjaga diri dari dosa, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada amal yang lebih afdal dibanding amal pada hari-hari ini.” Mereka bertanya, “Tidak juga jihad?” Beliau menjawab, “Tidak pula oleh jihad, kecuali seseorang yang keluar untuk mengorbankan jiwa dan hartanya, lalu dia tidak kembali dengan sesuatu apapun.” (HR Bukhari)

See also  Dari Hajar Aswad hingga Hijir Ismail, Ini 13 Bagian Ka'bah yang Wajib Diketahui Jemaah

Dalam hadits lainnya beliau bersabda:

“Maka sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kalian semua haram (mulia) atas kalian seperti mulianya hari ini, di negeri ini, dan di bulan ini. Dan sesungguhnya kalian akan menghadap Tuhanmu sekalian dan Dia akan bertanya kepada kalian tentang amal perbuatan kalian.” (HR Bukhari dan Muslim)

Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam tafsirnya juga menjelaskan bahwa amal kebaikan pada bulan haram memperoleh pahala yang lebih besar, sementara kemaksiatan mendapat balasan yang lebih berat karena kehormatan waktunya.

Amalan yang Dianjurkan Selama Bulan Haram

Agar tidak melewatkan keutamaan bulan-bulan mulia ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak berbagai amal ibadah, antara lain:

  • Melaksanakan puasa sunnah, terutama pada bulan Muharram.
  • Memperbanyak membaca Al-Qur’an.
  • Memperbanyak zikir dan istighfar.
  • Bersedekah kepada yang membutuhkan.
  • Menjalin silaturahmi.
  • Menjaga lisan dari ghibah, fitnah, dan perkataan buruk.
  • Menjauhi segala bentuk kemaksiatan.

Khusus bulan Muharram, Rasulullah SAW memberikan keutamaan tersendiri bagi orang yang memperbanyak puasa sunnah.

Beliau bersabda:

“Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Allah Muharram dan sebaik-baik salat setelah salat fardhu adalah salat malam.” (HR Muslim)

Pada tahun ini, 1 Muharram 1448 Hijriah bertepatan dengan Selasa, 16 Juni 2026. Datangnya Muharram menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk membuka lembaran baru dengan memperbanyak ibadah, menghidupkan puasa Tasua dan Asyura, serta menjaga diri dari segala bentuk dosa.

Memahami makna bulan haram bukan hanya menambah wawasan keislaman, tetapi juga menjadi motivasi agar setiap Muslim lebih menghargai waktu-waktu yang dimuliakan Allah SWT. Sebab, pada bulan-bulan inilah kesempatan memperbanyak pahala terbuka semakin luas, sekaligus menjadi pengingat agar tidak meremehkan dosa sekecil apa pun.

See also  Tiga Peristiwa Penting di Bulan Syaban
Tags: bulan harambulan islambulan muliakalender HijriyahMuharramRajabzulhijjahzulkaidah
Previous Post

Indonesia Masuk Daftar! Raja Salman Biayai Umrah 1.000 Jemaah dari 16 Negara

Next Post

Tragedi Karbala, Kisah Pilu Gugurnya Husein Cucu Rasulullah pada 10 Muharram

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks