MADANINEWS.ID, MAKKAH – Masjidil Haram kembali bersiap menyelenggarakan salah satu tradisi paling sakral dalam Islam, yakni prosesi Ghusl Ka’bah atau pencucian bagian dalam Ka’bah. Agenda tahunan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 15 Muharram, yang diperkirakan bertepatan dengan 30 Juni 2026.
Prosesi pencucian Ka’bah menjadi momen istimewa yang digelar setiap tahun dan dihadiri para pejabat tinggi, ulama, serta tokoh-tokoh penting dari berbagai negara Muslim. Tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap Ka’bah, kiblat umat Islam di seluruh dunia.
Menjelang pelaksanaan Ghusl Ka’bah, bagian Kiswah yang menutupi pintu Ka’bah telah diangkat setelah salat Isya. Langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan akses masuk bagi para tamu undangan yang akan mengikuti prosesi pencucian.
Menggunakan Air Zamzam dan Air Mawar Thaif
Prosesi Ghusl Ka’bah dijadwalkan berlangsung setelah salat Subuh. Bagian dalam Ka’bah kemudian dibersihkan menggunakan campuran air Zamzam, air mawar Thaif, serta wewangian pilihan yang telah menjadi bagian dari tradisi selama bertahun-tahun.
Air mawar yang digunakan berasal dari bunga mawar Thaif yang dipetik secara manual sebelum diolah menjadi air mawar berkualitas tinggi. Cairan tersebut selanjutnya dicampurkan dengan air Zamzam untuk membersihkan dinding bagian dalam Ka’bah.
Peralatan yang disiapkan dalam prosesi ini meliputi 40 liter air Zamzam yang ditempatkan dalam dua wadah perak, campuran air Zamzam dengan 540 mililiter air mawar Thaif, 24 mililiter minyak mawar Thaif premium, 24 mililiter minyak oud khusus Masjidil Haram, serta 3 mililiter musk untuk memberikan aroma harum pada dinding dan lantai Ka’bah.
Prosesi pencucian dilaksanakan di bawah arahan Penjaga Dua Masjid Suci atau perwakilannya sebagai simbol penghormatan dan pemuliaan terhadap bangunan suci umat Islam.
Tradisi yang Menjadi Perhatian Umat Islam
Pencucian Ka’bah merupakan tradisi yang umumnya dilaksanakan dua kali dalam setahun. Prosesi pertama biasanya digelar menjelang bulan Ramadan, sedangkan prosesi kedua dilaksanakan pada awal bulan Muharram setelah musim haji berakhir.
Meski hanya dihadiri tamu undangan dalam jumlah terbatas, Ghusl Ka’bah selalu menjadi perhatian umat Islam di berbagai belahan dunia. Dokumentasi foto dan video yang dibagikan dari dalam Masjidil Haram kerap menjadi momen yang dinantikan karena menghadirkan kedekatan spiritual bagi Muslim yang tidak dapat menyaksikan prosesi tersebut secara langsung.
Tradisi ini menjadi simbol penghormatan, pemuliaan, sekaligus pembaruan spiritual terhadap Ka’bah yang telah menjadi pusat ibadah umat Islam selama berabad-abad.
