MADANINEWS.ID, MAKKAH – Pemerintah Arab Saudi terus memperkuat kesiapan layanan kesehatan menjelang musim haji 1447 Hijriah/2026 dengan mengandalkan ekosistem kesehatan digital, termasuk rumah sakit virtual, kecerdasan buatan (AI), hingga layanan konsultasi medis 24 jam. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi jutaan jemaah yang akan memadati Tanah Suci.
Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyebut penguatan layanan digital tersebut menjadi bagian dari persiapan awal penyelenggaraan haji, sekaligus mendukung Program Transformasi Sektor Kesehatan dalam kerangka Saudi Vision 2030.
Di tengah tantangan penanganan jutaan jemaah dalam waktu bersamaan, digitalisasi layanan kesehatan dinilai menjadi salah satu strategi utama untuk mempercepat respons medis dan mengurangi tekanan pada fasilitas kesehatan di kawasan suci.
Rumah Sakit Virtual Jadi Andalan
Melansir kantor berita Saudi SPA, Salah satu layanan utama yang disiapkan adalah Seha Virtual Hospital, yang akan menopang sistem layanan kesehatan haji melalui berbagai layanan medis berbasis virtual.
Fasilitas ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi diagnosis, mempercepat respons medis, sekaligus mempermudah jemaah mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa harus berpindah lokasi.
Layanan yang tersedia mencakup dukungan diagnosis medis melalui teknologi radiologi virtual serta analisis citra medis berbasis kecerdasan buatan.
Dengan sistem tersebut, laporan medis disebut dapat diterbitkan secara cepat dan akurat untuk mendukung pengambilan keputusan klinis.
Selain itu, rumah sakit virtual ini juga menyediakan layanan diagnosis stroke jarak jauh untuk mempercepat intervensi medis dan menekan risiko komplikasi pada pasien.
Konsultasi Medis 24 Jam via Hotline 937
Kementerian Kesehatan Saudi juga memastikan jemaah dapat mengakses konsultasi medis kapan saja melalui berbagai kanal digital.
Salah satu layanan yang diandalkan adalah pusat panggilan terpadu 937 yang beroperasi selama 24 jam, disertai platform digital lain untuk memberikan akses layanan kesehatan secara cepat.
Skema ini ditujukan agar jemaah dapat memperoleh konsultasi medis segera tanpa harus selalu datang langsung ke fasilitas kesehatan, sekaligus membantu mengurangi beban layanan kesehatan di kawasan pelaksanaan haji.
Saudi Bidik Haji Lebih Aman lewat Teknologi
Pemerintah Saudi menyebut penguatan layanan ini menjadi bagian dari ekosistem kesehatan digital terpadu yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman kesehatan jemaah melalui layanan yang fleksibel dan mudah diakses.
Sistem tersebut juga disiapkan untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan di tengah konsentrasi massa besar selama musim haji, dengan tetap menjaga standar keselamatan dan kualitas layanan.
Integrasi teknologi canggih dengan layanan kesehatan lapangan, menurut pemerintah Saudi, mencerminkan komitmen kerajaan dalam menghadirkan model pengelolaan kesehatan modern untuk penyelenggaraan kegiatan dengan skala massa besar seperti ibadah haji.
