MADANINEWS.ID, JEDDAH – Pemerintah Arab Saudi melalui Saudi Arabia Railways (SAR) resmi meluncurkan proyek naming rights dan sponsorship untuk stasiun Kereta Cepat Haramain.
Program tersebut mencakup sejumlah stasiun utama jaringan kereta cepat, yakni di Makkah, Madinah, Jeddah (Sulaimaniyah), dan King Abdullah Economic City (KAEC).
Melansir Saudi Gazette, proyek ini dirancang untuk meningkatkan pengalaman penumpang melalui pengembangan fasilitas stasiun sekaligus membuka layanan komersial baru berbasis kerja sama dengan sektor swasta.
SAR menyebut langkah tersebut juga menjadi bagian dari optimalisasi aset dan pembukaan peluang investasi baru di sektor transportasi Saudi.
Kereta Cepat Haramain Masuk 10 Tercepat di Dunia
Kereta Cepat Haramain sendiri menjadi salah satu jaringan transportasi paling vital di Arab Saudi, khususnya dalam melayani pergerakan jamaah haji dan umrah.
Kereta listrik tersebut mampu melaju hingga 300 kilometer per jam dan disebut masuk dalam jajaran 10 kereta listrik tercepat di dunia.
Jaringan Haramain dioperasikan menggunakan 35 rangkaian kereta yang menghubungkan Makkah dan Madinah melalui sejumlah stasiun penting, termasuk Jeddah (Sulaimaniyah), King Abdulaziz International Airport, dan KAEC.
Setiap tahun, jalur tersebut melayani jutaan penumpang, termasuk jamaah haji dan umrah dari berbagai negara.
Saudi Tawarkan Peluang Branding di Jalur Haji dan Umrah
SAR menilai proyek naming rights ini akan memberi peluang strategis bagi perusahaan swasta untuk memperluas visibilitas merek di salah satu jaringan transportasi tersibuk di Arab Saudi.
Selain branding stasiun, proyek sponsorship juga diharapkan mendukung integrasi layanan komersial baru di kawasan operasional dengan tingkat mobilitas tinggi.
“Assets will give brands the chance to reach a massive segment of passengers across one of the Kingdom’s most vital transport networks,” demikian keterangan dalam laporan tersebut.
Pemerintah Saudi menyebut investor yang berminat dapat mengajukan partisipasi dalam proyek naming rights dan sponsorship melalui kanal resmi SAR.
Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan sektor transportasi dan investasi Saudi yang terus didorong sejalan dengan program Saudi Vision 2030.
