MADANINEWS.ID, JAKARTA – Cuaca panas ekstrem di Tanah Suci menjadi tantangan serius bagi jamaah haji tahun ini. Paparan suhu tinggi tak hanya memicu kelelahan, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang lebih berat seperti heat stroke, gangguan jantung, hingga penurunan fungsi ginjal.
Kelompok jamaah tertentu disebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami dehidrasi saat menjalankan rangkaian ibadah haji yang padat dan menguras stamina.
Dokter spesialis gizi klinik dr. Pande Putu Agus Mahendra, M.Gizi, Sp.GK mengatakan, ada tiga kelompok jamaah yang perlu meningkatkan kewaspadaan selama berada di Arab Saudi.
“Ada kelompok jemaah dengan riwayat penyakit metabolik, jemaah usia lansia, serta jemaah dengan riwayat gangguan saluran cerna,” kata Pande Putu di Jakarta, Senin (11/5).
Menurut dia, kelompok tersebut cenderung lebih mudah mengalami kekurangan cairan saat terpapar suhu panas ekstrem karena kondisi tubuh yang lebih sensitif terhadap perubahan lingkungan.
Dehidrasi Bisa Berujung Gangguan Organ Vital
Pande Putu menegaskan, dehidrasi bukan sekadar kondisi tubuh kekurangan cairan yang menyebabkan rasa haus. Pada jamaah dengan kondisi kesehatan tertentu, situasi ini dapat berkembang menjadi gangguan medis yang lebih serius.
Kekurangan cairan, kata dia, bisa meningkatkan beban kerja jantung sekaligus memperberat fungsi ginjal, terutama ketika tubuh terus dipaksa beraktivitas di bawah suhu panas.
Karena itu, jamaah diminta mengenali gejala awal dehidrasi agar kondisi tidak berkembang menjadi lebih berat.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain tubuh terasa lemah, sakit kepala, limbung, pandangan mulai kabur, hingga muncul rasa mual.
Lansia Diminta Tidak Menunggu Haus
Pande Putu memberi perhatian khusus kepada jamaah lanjut usia. Menurutnya, kelompok lansia kerap terlambat menyadari tubuh mulai kekurangan cairan karena sensitivitas rasa haus yang sudah menurun.
“Usahakan untuk konsumsi cairan sedikit tapi bertahap,” ujarnya.
Ia menyarankan jamaah menjaga asupan cairan secara konsisten sepanjang hari, tidak hanya dari air minum, tetapi juga dari makanan pendamping.
“Konsumsi buah-buahan dengan kandungan air yang tinggi, dan konsumsi asupan dengan kuah, sangat membantu menjaga hidrasi tubuh,” tambahnya.
Peringatan serupa juga disampaikan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi melalui unggahan di media sosial. Jamaah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas ekstrem selama musim haji.
Dalam imbauan tersebut, jamaah diminta rutin minum air tanpa menunggu rasa haus, menggunakan payung atau pelindung berwarna terang saat beraktivitas di luar ruangan, serta beristirahat secara berkala di tempat teduh untuk mengurangi risiko kelelahan akibat suhu tinggi.
