MADANINEWS.ID, MADINAH – Gelombang panas mulai dirasakan jemaah haji Indonesia di Madinah. Suhu udara pada Sabtu (25/4/2026) diperkirakan mencapai 36 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan sekitar 25 persen, kondisi yang berpotensi memicu kelelahan hingga dehidrasi jika tidak diantisipasi dengan baik.
Di tengah kondisi tersebut, Kementerian Haji dan Umrah RI mengingatkan jemaah untuk lebih waspada dan menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah.
Jemaah Diminta Perbanyak Minum dan Gunakan Pelindung
Juru Bicara Kemenhaj RI, Maria Assegaff, menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan agar jemaah tetap sehat di tengah cuaca panas.
“Cuaca di Madinah hari ini diperkirakan bisa mencapai 36 derajat celsius dengan tingkat kelembaban 25%” ujar Maria dalam konferensi pers penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.
Ia mengimbau jemaah untuk memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan pelindung kepala, serta mengenakan pakaian yang nyaman saat beraktivitas di luar ruangan.
“Jadi mohon tetap jaga kesehatan, perbanyak minum air putih, gunakan pelindung kepala dan kenakan pakaian yang nyaman. Jangan ragu atau segam untuk bisa menghubungi petugas jika membutuhkan bantuan apapun,” sambung Jubir Kemenhaj RI.
Istirahat Cukup dan Prioritaskan Ibadah Wajib
Selain menjaga asupan cairan, jemaah juga diminta mengatur aktivitas dengan bijak. Waktu istirahat perlu dimaksimalkan untuk menjaga stamina, terutama menjelang rangkaian ibadah yang lebih padat.
Kementerian juga mengingatkan agar jemaah memprioritaskan ibadah wajib dan memanfaatkan fasilitas hotel sebagai tempat pemulihan kondisi fisik.
Berdasarkan data terbaru, hingga 25 April 2026 tercatat sebanyak 56 kelompok terbang (kloter) dengan total 22.051 jemaah telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 17.747 jemaah yang tergabung dalam 45 kloter sudah tiba di Madinah.
Dengan jumlah kedatangan yang terus bertambah, imbauan terkait kesehatan di tengah cuaca ekstrem menjadi semakin penting untuk diperhatikan oleh seluruh jemaah.
