MADANINEWS.ID, MADINAH — Suhu udara di Kota Madinah pada musim haji dan umrah kerap mencapai tingkat yang cukup tinggi. Namun, jutaan jemaah yang beraktivitas di pelataran Masjid Nabawi tetap dapat merasakan permukaan lantai yang relatif sejuk meski berada di bawah terik matahari.
Rahasia kenyamanan tersebut ternyata berasal dari penggunaan marmer putih khusus jenis Thassos yang dipasang di berbagai area kompleks Masjid Nabawi.
Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mengungkapkan, material tersebut tidak hanya berfungsi sebagai elemen arsitektur, tetapi juga menjadi bagian penting dari sistem pengendalian suhu alami di lingkungan masjid.
Dengan luas pemasangan mencapai 117.000 meter persegi, marmer Thassos digunakan pada area pelataran luar, atap bangunan, hingga sejumlah area salat di Masjid Nabawi.
Mampu Memantulkan Panas Matahari
Salah satu keunggulan utama marmer Thassos terletak pada warna putih cerah yang dimilikinya. Karakteristik tersebut membuat material ini mampu memantulkan cahaya dan panas matahari dengan sangat baik.
Kemampuan refleksi yang tinggi membantu mengurangi penyerapan panas pada permukaan lantai sehingga suhu di area sekitar masjid tetap lebih nyaman bagi jemaah yang beribadah maupun beraktivitas.
Berkat teknologi alami tersebut, permukaan marmer tetap terasa sejuk meski terpapar sinar matahari dalam waktu yang lama.
Keberadaan marmer Thassos menjadi salah satu faktor yang mendukung kenyamanan jutaan jemaah, terutama saat musim haji dan umrah ketika kawasan Masjid Nabawi dipadati pengunjung dari berbagai negara.
Digunakan di Area Seluas 117.000 Meter Persegi
Marmer Thassos dipasang di berbagai bagian kompleks Masjid Nabawi, mulai dari pelataran terbuka hingga area atap bangunan.
Dengan cakupan mencapai 117.000 meter persegi, kawasan Masjid Nabawi menjadi salah satu area ibadah terbuka berlapis marmer terbesar di dunia.
Selain memberikan efek pendinginan alami, penggunaan marmer tersebut juga memperkuat nilai estetika dan karakter visual Masjid Nabawi yang dikenal sebagai salah satu ikon penting dunia Islam.
Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menjelaskan bahwa pemilihan marmer Thassos dilakukan berdasarkan kualitas material dan kemampuannya dalam memantulkan sinar matahari secara optimal.
Karakteristik tersebut dinilai sangat sesuai dengan kondisi cuaca Madinah yang didominasi suhu panas sepanjang tahun.
Pemanfaatan material ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan ibadah yang lebih nyaman bagi para jemaah yang datang dari berbagai negara.
Untuk menjaga fungsi dan kualitasnya, marmer Thassos menjalani perawatan rutin sepanjang tahun.
Perawatan dilakukan melalui proses pembersihan, pemolesan, dan sterilisasi secara berkala menggunakan bahan yang ramah lingkungan serta aman bagi kesehatan.
Langkah tersebut dilakukan agar kemampuan marmer dalam memantulkan panas tetap terjaga sekaligus mempertahankan tampilan estetika kawasan Masjid Nabawi.
Dengan perawatan yang berkelanjutan, marmer Thassos terus menjadi salah satu elemen penting yang membantu menciptakan kenyamanan bagi jutaan jemaah dan pengunjung yang beribadah di Masjid Nabawi setiap harinya.
