Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

16 Tahun Menabung dari Rumput Laut, Janda Lansia Asal Bone Akhirnya Berangkat Haji

Abi Abdul Jabbar Sidik
23 April 2026 | 09:30
rubrik: Haji & Umrah
16 Tahun Menabung dari Rumput Laut, Janda Lansia Asal Bone Akhirnya Berangkat Haji

Patimang Hibbu Manne, Janda Sebatang Kara Asal Bone akhirnya berangkat haji setelah menabung 16 tahun. (foto:antara)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, BONE – Di antara ribuan jamaah calon haji yang bersiap menuju Tanah Suci tahun ini, kisah Patimang Hibbu Manne menjadi potret keteguhan dan kesabaran yang tak banyak disorot. Di usia 86 tahun, perempuan asal Kabupaten Bone itu akhirnya menapakkan langkah menuju Makkah setelah penantian panjang selama 16 tahun—dengan bekal dari hasil mengumpulkan rumput laut.

Di Asrama Haji Sudiang Makassar, Rabu, wajah Patimang tampak tenang, menyiratkan rasa syukur yang dalam.

“Alhamdulillah, saya sangat bahagia di usia yang sudah tidak lagi muda ini masih diberikan kesempatan untuk datang ke Tanah Suci Makkah,” ujarnya dikutip dari antara Kami (23/04).

Menyusuri Pesisir, Mengumpulkan Harapan

Sejak muda, Patimang bukanlah petani rumput laut yang memiliki lahan atau jaring. Ia hanya menyusuri pinggir laut dengan sampan kecil, memungut sisa-sisa rumput laut yang tercecer.

“Saya bukan petani rumput laut seperti kebanyakan yang memasang jaring, saya hanya menyusuri pinggir laut untuk mencari rumput laut sisa yang banyak tersebar dengan menggunakan sampan kecil,” katanya.

Hasilnya jauh dari kata cukup. Setiap kilogram rumput laut yang ia kumpulkan hanya dihargai sekitar Rp1.000. Namun dari jumlah yang terbilang sangat kecil itu, ia tetap menyisihkan sebagian untuk ditabung.

Sedikit demi sedikit, recehan itu berubah menjadi harapan.

Menabung di Tengah Keterbatasan

Sejak mendaftar haji pada 2010, Patimang mulai menata mimpinya dengan cara yang sederhana: menabung dari hasil kerja hariannya. Tak hanya untuk biaya hidup, tetapi juga untuk melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).

Sebagai seorang janda yang hidup sebatang kara, ia tak memiliki sumber penghasilan tetap. Kini, di usia senja, ia bahkan tak lagi mampu bekerja dan bergantung pada bantuan sosial serta uluran tangan kerabat.

See also  Kemenhaj Buka Seleksi Petugas Haji November 2025, Proses Serba Digital dan Transparan

Namun keterbatasan tak pernah menghentikan langkahnya.

Penantian Panjang yang Terbayar

Selama 16 tahun menunggu, Patimang tetap menyimpan keyakinan bahwa suatu hari ia akan berangkat ke Tanah Suci. Keyakinan itu kini menjadi kenyataan.

Di tengah kondisi fisik yang kian renta, ia mengaku siap menjalani seluruh rangkaian ibadah haji selama berada di Arab Saudi.

Tak ada keluhan, tak ada tuntutan. Hanya rasa ikhlas dan penerimaan atas apa pun yang akan dihadapinya.

Bagi Patimang, perjalanan ini bukan sekadar ibadah, tetapi juga puncak dari perjalanan hidup yang panjang dan penuh perjuangan.

Dari pesisir laut yang sunyi hingga kini menuju Tanah Suci, langkahnya menjadi pengingat bahwa mimpi tak selalu lahir dari kemudahan, melainkan dari kesabaran yang dijaga bertahun-tahun.

Tags: haji 2026jemaah hajijemaah haji bonekisah hajikisah inspiratifNenek Patimang
Previous Post

Terbang 10 Jam ke Tanah Suci, Ini Aturan Yang Wajib Jamaah Ketahui Saat di Pesawat

Next Post

Cegah Haji Ilegal, Imigrasi Tingkatkan Pengawasan di 14 Bandara Embarkasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks