Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Kemenkes Ungkap 10–15 Persen Jemaah Haji Alami Risiko Kesehatan Mental di Tanah Suci

Abi Abdul Jabbar Sidik
23 April 2026 | 07:30
rubrik: Haji & Umrah, Indeks
Tips Agar Jemaah Haji Tidak Kelelahan usai Penerbangan

Tim Kesehatan Bandara sedang menangani jemaah haji yang kelelahan.(foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Di tengah pelaksanaan ibadah haji yang melibatkan jutaan orang dari berbagai negara, aspek kesehatan mental jamaah menjadi perhatian serius pemerintah. Kementerian Kesehatan menegaskan pentingnya pendekatan holistik agar jamaah mampu menjalani ibadah dengan lebih tenang dan khusyuk.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, menyebutkan haji 2026 diikuti lebih dari 1,8 juta jamaah dunia, termasuk 221.000 dari Indonesia. Sekitar 11.000 di antaranya merupakan lansia yang memiliki kerentanan lebih tinggi secara fisik dan mental.

“Ibadah haji adalah puncak spiritual umat Islam, namun di balik makna religius yang mendalam, perjalanan ini juga membawa tantangan besar bagi kesehatan jiwa. Perubahan lingkungan, kepadatan jutaan jamaah, serta tekanan fisik dan emosional dapat memicu stres, kecemasan, hingga gangguan mental,” ujarnya di Jakarta, Rabu.

Gangguan Mental dan Tidur Mengintai Jamaah

Data Kemenkes menunjukkan sekitar 10–15 persen jamaah membutuhkan perhatian khusus terkait kesehatan jiwa. Selain itu, gangguan tidur dialami oleh 30–40 persen jamaah akibat perubahan ritme sirkadian dan padatnya aktivitas ibadah.

Temuan Balai Pengobatan Haji Indonesia mengungkapkan kelompok lansia menjadi yang paling rentan, dengan 80 persen pasien gangguan jiwa yang dirawat menunjukkan gejala demensia.

Kondisi lingkungan di Tanah Suci turut memperparah risiko tersebut. Suhu di Makkah yang mencapai rata-rata 35–38 derajat Celsius dengan kelembapan rendah berpotensi memicu dehidrasi, kelelahan, hingga gangguan tidur.

Tekanan Regulasi dan Aktivitas Ibadah

Selain faktor fisik, tekanan psikologis juga muncul dari kebijakan pemerintah Arab Saudi terkait visa, pembatasan akses ke Makkah, serta penggunaan aplikasi digital Nusuk. Hal ini menjadi tantangan tambahan, khususnya bagi jamaah yang kurang terbiasa dengan teknologi.

Aktivitas ibadah yang intens seperti tawaf dan sa’i juga berpotensi memicu kelelahan emosional. Ditambah dengan perbedaan budaya, keterbatasan fasilitas, dan interaksi dalam kerumunan besar, kondisi ini dapat menimbulkan rasa frustrasi hingga isolasi sosial.

See also  Dubes RI Untuk Myanmar Beri Bantuan Pengungsi Usai Kunjungi Pembangunan RS

“Semua ini menunjukkan bahwa persiapan mental dan penataan ekspektasi menjadi sama pentingnya dengan persiapan fisik, agar jamaah mampu menerima dinamika ibadah dengan tenang dan tidak terbebani oleh harapan yang terlalu tinggi,” katanya.

Pendekatan Holistik Jadi Kunci

Untuk mengantisipasi berbagai risiko tersebut, Kemenkes mendorong pendekatan holistik sejak sebelum keberangkatan. Strategi ini mencakup konseling pra-haji, pelatihan manajemen stres, pengaturan jadwal ibadah yang seimbang dengan waktu istirahat, serta perhatian terhadap hidrasi dan nutrisi.

Praktik relaksasi seperti doa dan zikir dinilai efektif membantu menenangkan pikiran. Selain itu, dukungan sosial antarjamaah juga berperan penting dalam mengurangi kecemasan.

“Petugas kesehatan haji kini dilengkapi tim khusus untuk menangani masalah psikologis secara cepat agar tidak berkembang menjadi kondisi serius,” ujarnya.

Dengan kesiapan mental yang matang, ekspektasi yang realistis, serta kedisiplinan dalam mengikuti aturan, jamaah diharapkan dapat menjalani ibadah haji 2026 dengan lebih tenang, khusyuk, dan penuh keberkahan.

Tags: haji 2026jemaah hajikemenkeskesehatan hajikesehatan mental
Previous Post

Jamaah Haji yang Tiba di Madinah Diingatkan Jaga Kesehatan dan Patuhi Aturan

Next Post

Nekat Angkut Jemaah dengan Visa Ilegal ke Makkah? Siap Siap Kena Denda 400 Juta!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks