MADANINEWS.ID, MADINAH – Menjelang kedatangan jemaah haji Indonesia pada 22 April besok, kesiapan layanan di Madinah dipastikan telah rampung. Daerah Kerja (Daker) Madinah menyatakan seluruh fasilitas akomodasi hingga layanan kesehatan sudah siap digunakan untuk menyambut kloter pertama.
Kota tujuan awal jemaah ini tak lagi sekadar tempat transit, melainkan menjadi lokasi tinggal sementara selama sekitar delapan hingga sembilan hari sebelum jemaah melanjutkan perjalanan ke Makkah.
Kepala Daker Madinah, Khalilurrahman, mengatakan pihaknya telah mengamankan kontrak dengan 117 hotel untuk menampung jemaah.
“Kami pastikan hotel-hotel tersebut sudah clear dari jemaah umrah sebelum jemaah haji kita tiba. Komunikasi dengan pemilik dan penjaga hotel terus dilakukan agar saat jemaah masuk, fasilitas sudah siap huni,” tegas Khalilurrahman saat ditemui di Kantor Daker Madinah, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, proses pengecekan dilakukan secara ketat guna memastikan transisi dari jemaah umrah ke jemaah haji berjalan tanpa hambatan.
Klinik Hadir Lebih Dekat ke Jemaah
Selain akomodasi, layanan kesehatan juga diperkuat. Tahun ini, klinik kesehatan disiapkan di setiap kantor sektor untuk mempercepat penanganan medis.
“Ini kabar menggembirakan. Klinik kesehatan akan ada di tiap sektor untuk mempercepat penanganan medis. Kami juga bekerja sama dengan Saudi Germany Hospital untuk mendampingi proses pelayanan kesehatan jemaah kita,” tambah Khalilurrahman.
Dengan pola ini, akses layanan kesehatan bagi jemaah diharapkan menjadi lebih cepat dibanding sebelumnya yang terpusat di satu titik.
Untuk kebutuhan konsumsi, sebanyak 23 penyedia katering telah dikontrak guna memastikan ketersediaan makanan bagi jemaah selama di Madinah.
“Pengecekan dilakukan setiap hari. Sebelum makanan dibagikan ke jemaah, tim akan memastikan kualitasnya layak dan sesuai standar kesehatan,” jelasnya.
Pengawasan dilakukan tidak hanya dari sisi rasa, tetapi juga aspek kehalalan serta kandungan gizi makanan.
Jemaah Diingatkan Soal Cuaca dan Kesiapan Fisik
Meski kondisi suhu saat ini masih relatif bersahabat, jemaah diingatkan untuk mempersiapkan diri menghadapi potensi cuaca ekstrem saat puncak musim panas.
“Suhu bisa mencapai 45 hingga 47 derajat Celcius saat puncak kemarau (Mei-Juni). Jemaah harus menyiapkan fisik, rutin minum vitamin, dan tetap mempelajari buku manasik agar paham apa yang harus dilakukan,” pesannya.
Selain itu, jemaah juga diminta memperhatikan aturan barang bawaan, terutama bagi non-fast track, agar tidak membawa barang terlarang yang dapat menghambat proses di bandara.
