MADANINEWS.ID, MAKKAH – Jemaah haji dan umrah kerap dibuat kaget saat mendapat instruksi tegas dari askar di Tanah Suci. Padahal, di balik nada keras tersebut, terdapat kode-kode penting yang justru membantu kelancaran ibadah.
Petugas askar disiagakan pemerintah Arab Saudi di berbagai titik strategis, seperti Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, untuk mengatur arus jutaan jemaah agar tetap tertib dan aman.
Istilah askar sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti tentara atau petugas keamanan.
Jangan Panik, Ini Arti Instruksi Askar
Di lapangan, askar kerap menggunakan instruksi singkat dalam bahasa Arab. Bagi jemaah yang belum familiar, perintah ini bisa terdengar membingungkan.
Berikut beberapa istilah yang sering digunakan:
- Sur’ah: cepat
- Syuwaiyya: pelan-pelan
- Ta’al: kemari
- Thooriq: jalan
- Khuruj: keluar
- Ruuh: pergi
- Mamnuu’: tidak boleh
- Halal: boleh
- Haram: jangan
- Maafii: tidak ada
- Yala yala: ayo
- Qum qum: berdiri
- Moya: air
- Kholas: selesai
- Mabruk: selamat
Selain itu, jemaah juga sering dipanggil dengan sebutan Haji (laki-laki) dan Hajjah (perempuan).
Pemahaman istilah ini dinilai penting agar jemaah bisa merespons instruksi dengan cepat, terutama saat kondisi padat.
Peran Askar: Jaga Ketertiban hingga Bantu Jemaah
Askar tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga membantu jemaah yang mengalami kesulitan, seperti tersesat atau membutuhkan arahan.
Mereka bekerja selama 24 jam secara bergiliran untuk memastikan seluruh aktivitas ibadah berjalan tertib. Dalam kondisi tertentu, askar akan mengatur arus masuk dan keluar jemaah guna mencegah kepadatan.
Dalam situasi ramai, askar bahkan kerap memberi peringatan langsung seperti, “Penuh… penuh!” agar tidak terjadi penumpukan.
Menariknya, askar tidak hanya laki-laki. Petugas perempuan juga ditempatkan di area khusus jemaah wanita untuk membantu pengaturan dan pelayanan.
Dilarang Foto Askar, Bisa Berujung Sanksi
Jemaah juga diingatkan untuk tidak sembarangan mengambil foto atau video askar saat bertugas, termasuk objek tertentu seperti gedung pemerintahan.
Pada musim haji sebelumnya, sempat terjadi jemaah yang hampir dikenai sanksi akibat melanggar aturan tersebut.
“Mohon diinfokan ke jemaah, agar tidak mengambil foto atau video askar (polisi),”
“Tadi kami mendapatkan jamaah yang hampir difoto paspornya oleh Askar, sampai diancam deportasi. Akhirnya setelah melobi askarnya masih memaafkan ibunya.”
Kejadian ini menjadi pengingat penting agar jemaah mematuhi aturan selama berada di Tanah Suci demi kelancaran dan keamanan ibadah.
