MADANINEWS.ID, JOMBANG – Pemerintah memastikan kesiapan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M hampir mencapai tahap final. Hingga akhir Maret 2026, progres persiapan dilaporkan mendekati 100 persen, dengan jadwal pemberangkatan jemaah tetap berjalan sesuai rencana.
Hal tersebut disampaikan Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, saat memberikan arahan dalam pertemuan bersama jajaran Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur di Jombang, Jumat (27/3/2026).
Dalam arahannya, Menhaj menyoroti pentingnya peran Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah kuota jemaah terbesar di Indonesia. Ia menilai, keberhasilan penyelenggaraan haji nasional sangat dipengaruhi oleh kesiapan daerah tersebut.
“Persiapan operasional terus kita matangkan dan sejauh ini berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Fokus utama kami adalah memastikan keamanan dan keselamatan jemaah melalui berbagai langkah mitigasi yang komprehensif,” ujar Menhaj.
Ia juga menegaskan, penyelenggaraan haji tahun ini harus menjadi cerminan pelayanan publik yang profesional, bersih, dan bebas dari praktik penyimpangan.
Besarnya nilai ekosistem keuangan haji menjadi perhatian khusus pemerintah. Dengan total mencapai sekitar Rp18 triliun, aspek transparansi dan akuntabilitas disebut menjadi prioritas utama.
Untuk memastikan tata kelola berjalan bersih, Kementerian Haji dan Umrah melibatkan sejumlah lembaga penegak hukum seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan, hingga Kepolisian dalam proses pengawasan, khususnya pada pengadaan dan pengelolaan anggaran.
“Dana haji yang dikelola sangat besar, maka komitmen terhadap tata kelola yang bersih adalah mutlak. Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar kembali dalam bentuk layanan terbaik bagi jemaah,” tegasnya.
Menhaj menyebut, berbagai langkah strategis tersebut merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden RI untuk menghadirkan layanan haji yang transparan dan berfokus pada kepuasan jemaah.
Ia turut mengapresiasi kinerja jajaran Kanwil Kemenhaj Jawa Timur yang dinilai telah bekerja maksimal dalam tahap persiapan.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran di Jawa Timur yang telah bekerja maksimal. Saya minta terus jaga kekompakan dan tingkatkan standar pelayanan. Fokus kita satu: memberikan yang terbaik demi jemaah haji Indonesia,” tandasnya.
Pertemuan tersebut ditutup dengan penguatan koordinasi lintas bidang guna memastikan seluruh skema pemberangkatan jemaah yang akan dimulai dalam waktu dekat dapat berjalan tanpa kendala teknis berarti.
