MADANINEWS.ID, JAKARTA – Pengelolaan arus jamaah umrah selama Ramadhan terus diperkuat dengan pemanfaatan teknologi digital. Otoritas Arab Saudi kini menerapkan sistem barcode untuk memantau tingkat kepadatan jamaah secara langsung saat pelaksanaan tawaf dan sa’i di Masjidil Haram.
General Authority for the Care of the Two Holy Mosques memperkenalkan sistem berbasis barcode tersebut sejak awal Ramadhan. Layanan elektronik ini memungkinkan jamaah memantau kondisi kepadatan di area ibadah utama umrah secara real time.
Melalui sistem ini, tingkat kepadatan jamaah ditampilkan dalam tiga kategori, yakni ringan, sedang, dan padat. Informasi tersebut disajikan dalam bentuk indikator warna sehingga mudah dipahami dan membantu jamaah memilih waktu yang relatif lebih lengang untuk melaksanakan ibadah dengan lebih nyaman.
Melansir saudigazette, Sistem barcode ini difokuskan untuk memantau dua rangkaian utama umrah, yaitu tawaf dan sa’i, yang kerap mengalami lonjakan jamaah selama Ramadhan.
Dukung Kelancaran Ibadah di Tengah Lonjakan Jamaah
Penerapan sistem pemantauan ini sejalan dengan meningkatnya jumlah jamaah di Masjidil Haram selama bulan suci. Pada Jumat pertama Ramadhan, kawasan masjid mencatat lonjakan signifikan jamaah dan peziarah yang datang untuk menunaikan salat Jumat.
Otoritas setempat memastikan seluruh upaya lapangan dan pengaturan jamaah dilakukan secara terkoordinasi guna menjaga kenyamanan dan kelancaran pergerakan jamaah.
Pengelolaan Massa hingga Layanan Pendukung
Sejumlah langkah diterapkan untuk mendukung kelancaran ibadah, mulai dari pengelolaan massa, pengaturan keluar-masuk jamaah, hingga perhatian khusus pada kebersihan dan sanitasi area masjid. Selain itu, layanan panduan dan penyuluhan juga disiagakan untuk membantu jamaah selama berada di kawasan Masjidil Haram.
Serangkaian upaya tersebut ditujukan untuk menciptakan lingkungan ibadah yang kondusif, aman, serta menghadirkan suasana khusyuk dan tenang bagi jamaah selama Ramadhan.
