MADANINEWS.ID, JAKARTA – Persiapan umrah kerap berfokus pada fisik dan dokumen perjalanan, sementara urusan bagasi sering luput dari perhatian. Padahal, ketentuan bagasi menjadi salah satu faktor penentu kelancaran proses di bandara, baik saat berangkat maupun kepulangan dari Tanah Suci. Koper yang tidak sesuai aturan berisiko diperiksa ulang, dibongkar, bahkan dikenai biaya tambahan.
Karena itu, jamaah perlu memahami aturan bagasi umrah sejak awal agar perjalanan berjalan tenang tanpa kendala yang tidak perlu.
Pilih Koper yang Aman dan Mudah Diperiksa
Melalui materi edukasi resminya, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyarankan jamaah menggunakan koper keras beroda yang kuat dan mudah dipindahkan. Jenis koper ini dinilai memudahkan pemeriksaan keamanan sekaligus melindungi barang selama perjalanan.
Sebaliknya, jamaah disarankan menghindari tas kain, karung, atau bagasi yang tidak tertata rapi. Jenis tas tersebut kerap menyulitkan petugas bandara saat pemeriksaan, sehingga antrean menjadi lebih lama.
Penataan isi koper juga menjadi perhatian. Susunan barang yang rapi membantu proses pemindaian berjalan cepat dan mengurangi risiko pembongkaran manual oleh petugas.
Hindari Barang yang Memperlambat Proses
Otoritas bandara dan maskapai melarang beberapa bentuk bagasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan distribusi. Jamaah sebaiknya tidak mengikat koper dengan tali, tidak menggunakan tas bertali panjang, serta menghindari membawa barang berlebihan.
Koper yang diikat tali berisiko tersangkut di conveyor belt dan memperlambat alur bagasi. Sementara tas yang terlalu besar dan berat menyulitkan mobilitas jamaah, terutama saat berpindah area di bandara. Membawa barang secukupnya membuat pergerakan jamaah lebih praktis dan efisien.
Cek Ketentuan Maskapai Sebelum Berangkat
Setiap maskapai memiliki batas ukuran dan berat bagasi yang berbeda. Karena itu, jamaah perlu memastikan ketentuan terbaru kepada maskapai sebelum hari keberangkatan.
Langkah ini penting untuk menghindari biaya overbagasi atau penolakan barang di konter check-in. Beberapa maskapai juga menerapkan aturan khusus terkait air Zamzam, yang umumnya dibatasi maksimal lima liter per penumpang dengan kemasan resmi.
Dengan memahami aturan maskapai sejak awal, proses check-in dapat berlangsung lebih cepat dan lancar.
Manfaatkan Layanan Resmi Pemerintah Saudi
Selama berada di Tanah Suci, jamaah dapat memanfaatkan pusat bantuan resmi pemerintah Arab Saudi melalui hotline 1966. Layanan ini menyediakan informasi, menerima keluhan, serta membantu jamaah menghadapi berbagai kendala perjalanan.
Hotline tersebut dapat dihubungi jika jamaah mengalami persoalan transportasi, akomodasi, maupun layanan publik lainnya. Dengan adanya saluran resmi ini, jamaah diharapkan tidak panik dan dapat memperoleh bantuan secara cepat dan tepat.
