MADANINEWS.ID, MADINAH – Kesibukan sebagai dokter bedah tidak menghalangi seorang tenaga medis di Madinah untuk menjalankan komitmen spiritualnya. Selama lebih dari satu dekade, seorang konsultan bedah tercatat rutin mengajar pembacaan Al-Quran di Masjid Nabawi, bahkan setelah menjalani jam kerja panjang di rumah sakit.
Adalah Dr. Abdullah Allam, konsultan bedah di King Fahd Hospital, yang telah mengajarkan pelafalan Al-Quran di Masjid Nabawi selama 12 tahun terakhir. Aktivitas tersebut dijalaninya sebagai bentuk pemenuhan janji kepada sang ibu yang telah wafat.
Komitmen itu bermula setelah ibunda Dr. Allam meninggal dunia. Ia menyebut sang ibu memiliki harapan agar dirinya mengajarkan Al-Quran di lingkungan Masjid Nabawi. Sejak saat itu, ia memutuskan menjalankan amanah tersebut sembari tetap berprofesi sebagai dokter spesialis bedah.
“Untuk menghormati keinginan ibu saya dan menghadiahkan pahala untuknya, saya mulai mengajarkan Ten Qira’at di sini,” ujar Dr. Allam.

Dari Ruang Operasi ke Lingkaran Mengaji
Dalam kesehariannya, Dr. Allam harus membagi waktu antara tugas medis dan aktivitas pengajaran Al-Quran. Ia kerap menyelesaikan shift operasi hingga 12 jam, sebelum melanjutkan kegiatan mengajar pada malam hari di Masjid Nabawi.
Materi yang diajarkan berfokus pada Ten Qira’at, yakni metode pembacaan Al-Quran tingkat lanjut dengan berbagai gaya qira’at. Pengajaran ini dikenal membutuhkan ketelitian tinggi serta pemahaman mendalam terhadap kaidah bacaan.
Ia menuturkan, jadwal mengajar tersebut tetap dijalankan bahkan saat dirinya pernah menjabat sebagai direktur rumah sakit.
“Memang menantang, tetapi ini adalah berkah dari Allah,” jelasnya.
Kelas-kelas yang dipimpin Dr. Allam disebut menarik perhatian para penuntut ilmu dari berbagai penjuru dunia. Mereka mengikuti pengajaran qira’at tingkat lanjut di Masjid Nabawi, yang bagi banyak jamaah menjadi ruang belajar sekaligus pusat penguatan spiritual.
Aktivitas ini menjadikan Masjid Nabawi tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang transmisi ilmu Al-Quran lintas generasi dan lintas negara.
