Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Kisah Dokter Bedah yang Setia Mengajar Al-Quran di Masjid Nabawi Demi Penuhi Janji pada Sang Ibu

Abi Abdul Jabbar Sidik
6 February 2026 | 08:30
rubrik: Khazanah Islam, Tokoh Muslim
Kisah Dokter Bedah yang Setia Mengajar Al-Quran di Masjid Nabawi Demi Penuhi Janji pada Sang Ibu

Dr. Abdullah Allam, Dokter Bedah di King Fahd Hospital. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, MADINAH – Kesibukan sebagai dokter bedah tidak menghalangi seorang tenaga medis di Madinah untuk menjalankan komitmen spiritualnya. Selama lebih dari satu dekade, seorang konsultan bedah tercatat rutin mengajar pembacaan Al-Quran di Masjid Nabawi, bahkan setelah menjalani jam kerja panjang di rumah sakit.

Adalah Dr. Abdullah Allam, konsultan bedah di King Fahd Hospital, yang telah mengajarkan pelafalan Al-Quran di Masjid Nabawi selama 12 tahun terakhir. Aktivitas tersebut dijalaninya sebagai bentuk pemenuhan janji kepada sang ibu yang telah wafat.

Komitmen itu bermula setelah ibunda Dr. Allam meninggal dunia. Ia menyebut sang ibu memiliki harapan agar dirinya mengajarkan Al-Quran di lingkungan Masjid Nabawi. Sejak saat itu, ia memutuskan menjalankan amanah tersebut sembari tetap berprofesi sebagai dokter spesialis bedah.

“Untuk menghormati keinginan ibu saya dan menghadiahkan pahala untuknya, saya mulai mengajarkan Ten Qira’at di sini,” ujar Dr. Allam.

Dr. Abdullah Allam, Dokter Bedah di King Fahd Hospital. (foto:ist/dok)

Dari Ruang Operasi ke Lingkaran Mengaji

Dalam kesehariannya, Dr. Allam harus membagi waktu antara tugas medis dan aktivitas pengajaran Al-Quran. Ia kerap menyelesaikan shift operasi hingga 12 jam, sebelum melanjutkan kegiatan mengajar pada malam hari di Masjid Nabawi.

Materi yang diajarkan berfokus pada Ten Qira’at, yakni metode pembacaan Al-Quran tingkat lanjut dengan berbagai gaya qira’at. Pengajaran ini dikenal membutuhkan ketelitian tinggi serta pemahaman mendalam terhadap kaidah bacaan.

Ia menuturkan, jadwal mengajar tersebut tetap dijalankan bahkan saat dirinya pernah menjabat sebagai direktur rumah sakit.

“Memang menantang, tetapi ini adalah berkah dari Allah,” jelasnya.

Kelas-kelas yang dipimpin Dr. Allam disebut menarik perhatian para penuntut ilmu dari berbagai penjuru dunia. Mereka mengikuti pengajaran qira’at tingkat lanjut di Masjid Nabawi, yang bagi banyak jamaah menjadi ruang belajar sekaligus pusat penguatan spiritual.

See also  Toleransi Beragama dan Batasan-batasannya

Aktivitas ini menjadikan Masjid Nabawi tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang transmisi ilmu Al-Quran lintas generasi dan lintas negara.

Tags: dokter bedah madinahdokter bedah mengajar al quranDr. Abdullah AllamMasjid Nabawipengajaran al quran
Previous Post

Ongkos Haji Dinilai Masih Bisa Turun, Pemerintah Lakukan Evaluasi Sejumlah Layanan

Next Post

Sudah Dinikmati Jutaan Jemaah, Layanan Tahallul Gratis Masjidil Haram Jadi Upaya Tingkatkan Kenyamanan Umrah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks