MADANINEWS.ID, MAKKAH – Otoritas Arab Saudi mencatat pemanfaatan layanan tahallul gratis di kawasan Masjidil Haram telah menembus angka lebih dari dua juta jamaah umrah. Capaian ini menunjukkan perluasan layanan ibadah yang dirancang untuk menjaga kelancaran, kenyamanan, dan keselamatan jamaah di Tanah Suci.
Data tersebut disampaikan oleh Badan Pengelola Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dalam evaluasi penyelenggaraan layanan terpadu bagi jamaah umrah. Fasilitas tahallul tanpa biaya kini menjadi bagian dari alur resmi ibadah di kawasan Haram.
Lokasi Strategis
Layanan tahallul gratis ditempatkan di area strategis sisi timur Masjidil Haram. Lokasi ini dirancang agar mudah diakses jamaah segera setelah menyelesaikan rangkaian sa’i, tanpa harus keluar dari kawasan Haram.
Selain pelataran timur, fasilitas serupa juga tersedia di beberapa titik lain, termasuk di sekitar Gerbang Al-Marwah. Penentuan lokasi tersebut bertujuan menjaga kelancaran arus pergerakan jamaah dan menghindari penumpukan, terutama pada jam-jam puncak.
Pusat layanan tahallul beroperasi sepanjang hari dengan dukungan tenaga teknis dan administrasi terlatih. Setiap proses pemotongan rambut berlangsung singkat, sekitar dua menit, sehingga tidak mengganggu alur ibadah jamaah lainnya.
Pengaturan ini disebut untuk mencegah antrean panjang dan penumpukan jamaah, yang sebelumnya kerap terjadi saat tahallul dilakukan di luar area resmi.
Berlakukan Standar Kebersihan Ketat
Selain memudahkan jamaah, layanan tahallul gratis juga berfungsi sebagai langkah perlindungan kesehatan. Sebelum fasilitas resmi tersedia, sebagian jamaah kerap mendatangi tukang cukur tidak resmi atau menggunakan peralatan yang tidak steril, sehingga berisiko menularkan penyakit.
Melalui layanan ini, otoritas menerapkan standar kebersihan ketat, mulai dari penggunaan alat cukur sekali pakai, protokol sanitasi menyeluruh, hingga sistem pembuangan limbah yang ramah lingkungan. Seluruh proses dilakukan di bawah pengawasan ketat demi menjaga keselamatan jamaah.
Secara syariat, tahallul merupakan syarat untuk keluar dari ihram setelah umrah. Penyediaan fasilitas yang bersih, layak, dan tanpa biaya dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap kesucian ibadah sekaligus pemuliaan bagi jamaah.
Pihak berwenang menegaskan, layanan ini merupakan implementasi dari arahan kepemimpinan Arab Saudi dalam memaksimalkan pelayanan di dua masjid suci. Inisiatif tersebut juga selaras dengan target Visi Saudi 2030, khususnya program “Pelayanan Tamu Allah” yang berfokus pada peningkatan kualitas pengalaman ibadah.
