Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Indonesia Resmi Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump untuk Isu Gaza

Abi Abdul Jabbar Sidik
22 January 2026 | 12:30
rubrik: Mancanegara, News
Indonesia Resmi Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump untuk Isu Gaza
Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Indonesia bersama tujuh negara mayoritas Muslim menyatakan bergabung dengan Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari dukungan terhadap upaya internasional mengakhiri konflik di Jalur Gaza.

Pengumuman resmi tersebut disampaikan melalui akun X Kementerian Luar Negeri Indonesia, Kamis (22/1/2026). Dalam pernyataannya, Kemlu menyebut Indonesia bersama negara-negara Muslim lain menyambut undangan untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian tersebut.

“Menteri Luar Negeri Republik Turki, Republik Arab Mesir, Kerajaan Hashemite Yordania, Republik Indonesia, Republik Islam Pakistan, Negara Qatar, Kerajaan Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menyambut baik undangan yang disampaikan kepada para pemimpin mereka oleh Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian,” tulis Kemlu RI.

Tegaskan Dukungan untuk Rencana Akhiri Konflik Gaza

Bergabungnya Indonesia disebut sebagai bentuk penegasan komitmen dalam mendukung pemerintahan transisi yang dirancang untuk mengakhiri konflik Gaza secara komprehensif.

“Para Menteri menegaskan kembali dukungan negara mereka terhadap upaya perdamaian yang dipimpin oleh Presiden Trump, dan menegaskan kembali komitmen negara mereka untuk mendukung pelaksanaan misi Dewan Perdamaian sebagai pemerintahan transisi, sebagaimana diuraikan dalam Rencana Komprehensif untuk mengakhiri konflik Gaza,” kata Kemlu RI.

Kemlu menambahkan, sikap tersebut sejalan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 yang bertujuan mengonsolidasikan gencatan senjata permanen, mendukung rekonstruksi Gaza, serta mendorong perdamaian yang adil dan berkelanjutan berbasis hak penentuan nasib sendiri rakyat Palestina.

Pernyataan Bersama Negara-Negara Anggota

Pernyataan serupa juga disampaikan dalam pernyataan bersama yang dirilis Kementerian Luar Negeri Arab Saudibersama para menteri luar negeri negara lain yang tergabung dalam Dewan Perdamaian. Pernyataan itu dilaporkan oleh AFP pada Kamis (22/1/2026).

See also  Semangat Pulih Bersama Dalam Logo Presidensi G20 Indonesia 2022

Dalam pernyataan tersebut dipastikan para Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Qatar, Turki, Mesir, Yordania, Indonesia, Pakistan, dan Uni Emirat Arab akan bergabung dengan badan yang dipimpin Trump. Mereka menyatakan dukungan terhadap apa yang disebut sebagai “upaya perdamaian” Trump di Gaza.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Kuwait menyebut negaranya juga telah menerima undangan untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian tersebut.

Kontroversi dan Penolakan Sejumlah Negara

Undangan bergabung dalam Dewan Perdamaian disebut dikirimkan kepada puluhan pemimpin dunia, disertai permintaan dana sebesar US$1 miliar untuk mendapatkan kursi tetap. Arab Saudi tidak merinci lebih lanjut soal skema pembayaran tersebut.

Meski awalnya digagas untuk mengawasi rekonstruksi Gaza, peran dewan itu dinilai tidak terbatas hanya pada Jalur Gaza dan berpotensi menyaingi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kondisi ini memicu keberatan dari sejumlah sekutu AS, termasuk Prancis, yang mengindikasikan tidak akan bergabung.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menerima undangan untuk bergabung. Namun ia menyatakan keberatan atas masuknya Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan dan diplomat Qatar Ali Al-Thawadidalam struktur Dewan Eksekutif Gaza di bawah badan tersebut.

Tags: dewan perdamaiandewan perdamaian trumpdiplomasigazaIndonesia
Previous Post

Tiga Syarat Ini Jadi Penghambat Pencairan PK Jemaah Haji Khusus ke PIHK

Next Post

Mukhtara Air Siap Mengudara di Indonesia Mei 2026, Fokus Layani Umrah Full Service

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks