MADANINEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah menegaskan kebijakan larangan berjalan kaki bagi jamaah haji Indonesia dari Muzdalifah menuju Mina. Larangan ini diberlakukan demi menjaga keselamatan jamaah di tengah kepadatan ekstrem dan kondisi cuaca yang berisiko pada fase puncak ibadah haji.
Penegasan tersebut disampaikan Laksamana Pertama TNI Harun Arrasyid, yang menyebut kebijakan itu sejalan dengan aturan Kementerian Haji Arab Saudi serta mempertimbangkan aspek kesehatan jamaah.
Menurut Harun, jarak tempuh antara Muzdalifah dan Mina yang cukup jauh, ditambah suhu panas dan kepadatan jamaah, membuat perjalanan dengan berjalan kaki sangat berbahaya.
“Apakah jamaah boleh haji masiyan atau jalan kaki? Kalau untuk jalan kaki tentunya tidak diperbolehkan karena memang ada aturan tersendiri dari Kementerian Haji Arab Saudi,” ujar Harun.
Ada Transportasi Khusus Untuk Jemaah Haji
Untuk mendukung kebijakan tersebut, pemerintah memastikan seluruh pergerakan jamaah Indonesia telah difasilitasi dengan transportasi resmi. Perjalanan dari Muzdalifah ke Mina akan dilayani menggunakan bus taradudi yang disiapkan khusus selama puncak haji.
“Kita juga sudah memfasilitasi jemaah kita itu bergerak dari Muzdalifah itu dengan kendaraan taradudi. Jadi tidak diperbolehkan jemaah kita dari Muzdalifah menuju Mina jalan kaki, tidak diperbolehkan,” kata Harun.
Dengan adanya fasilitas transportasi tersebut, jamaah diminta tidak memaksakan diri berjalan kaki agar terhindar dari risiko kelelahan ekstrem, dehidrasi, maupun potensi terpisah dari rombongan.
Larangan Diterapkan untuk Jaga Kelancaran Arus Jamaah
Selain faktor keselamatan, kebijakan ini juga berkaitan dengan pengaturan lalu lintas di kawasan Tanah Suci. Keberadaan pejalan kaki yang tidak terkontrol dinilai dapat menghambat pergerakan bus jamaah serta kendaraan operasional lainnya.
Situasi tersebut berpotensi memperparah kemacetan dan mengganggu skema pergerakan jamaah yang telah dirancang selama fase Armuzna.
Untuk memastikan kebijakan berjalan efektif, petugas haji yang telah mengikuti pelatihan mental dan fisik akan disiagakan di lapangan. Mereka bertugas mengawasi serta mengarahkan jamaah agar tetap mengikuti prosedur transportasi yang telah ditetapkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Harun usai memberikan materi dalam diklat calon petugas haji 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Rabu malam.
