MADANINEWS.ID, JAKARTA – Kualitas layanan petugas kembali ditekankan pemerintah menjelang operasional haji 2026. Menteri Haji dan Umrah menegaskan bahwa seluruh petugas yang bertugas di Tanah Suci harus memusatkan perhatian pada kebutuhan jemaah, bukan pada urusan pejabat atau birokrasi.
Menteri Haji Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengeluarkan instruksi tegas kepada calon petugas haji agar menjaga orientasi pelayanan sejak tahap pembekalan. Menurutnya, integritas petugas tercermin dari keberpihakan mereka di lapangan saat jemaah membutuhkan bantuan.
Dalam arahannya, Irfan Yusuf menegaskan bahwa petugas haji merupakan representasi negara yang hadir langsung untuk umat. Ia tidak ingin menemukan petugas yang mengabaikan jemaah demi melayani pejabat, termasuk pejabat internal kementerian.
“Petugas haji adalah petugas umat dan petugas negara. Saya tidak mau ada petugas yang cuek kepada jemaah. Ingat, petugas bukan melayani pejabat, termasuk Anda tidak perlu melayani pejabat Kementerian Haji,” tegas pria yang akrab disapa Gus Irfan di hadapan 1.500 peserta saat memimpin apel Calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (14/1).
Negara Hadir Lewat Petugas di Lapangan
Gus Irfan menegaskan, kehadiran petugas di Tanah Suci bukan sekadar menjalankan tugas teknis, melainkan menjadi simbol kehadiran negara bagi jemaah Indonesia.
“Negara harus hadir dalam setiap situasi jemaah kita, dan Andalah yang mewakili negara di sana,” imbuhnya.
Ia menilai keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji sangat bergantung pada kualitas pelayanan di lapangan. Oleh karena itu, beban tanggung jawab petugas dinilai sangat besar dan menentukan.
Diminta Buang Ego, Utamakan Kekompakan
Selain soal orientasi pelayanan, Gus Irfan juga mengingatkan para calon petugas untuk menanggalkan ego sektoral. Ia meminta seluruh petugas bekerja dalam satu tim yang solid, disiplin, dan tepat waktu.
Petugas haji, lanjut dia, harus siap menghadapi dinamika di lapangan yang tidak selalu berjalan sesuai rencana. Dalam kondisi apa pun, kepentingan jemaah harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi.
“Hari ini Anda mendapat nikmat menjadi petugas haji dari sekian banyak yang mendaftar. Saya datang untuk memastikan Anda benar-benar siap, sehat, dan mengikuti kegiatan ini sampai akhir agar benar-benar menjadi petugas yang siap melayani,” ujarnya.
