Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Mulai Layani Jemaah Umrah RI di 2026, Siapa Pemilik Mukhtara Air?

Abi Abdul Jabbar Sidik
8 January 2026 | 08:30
rubrik: Haji & Umrah
Mulai Layani Jemaah Umrah RI di 2026, Siapa Pemilik Mukhtara Air?

Maskapai Mukhtara Air. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Peta penerbangan umrah Indonesia bersiap kedatangan pemain baru. Mukhtara Air, maskapai asal Arab Saudi, mulai mempersiapkan operasional di Indonesia dengan fokus melayani penerbangan umrah jamaah Tanah Air mulai 2026.

Masuknya Mukhtara Air mencerminkan besarnya potensi pasar perjalanan ibadah Indonesia, yang selama ini menjadi salah satu kontributor terbesar jamaah umrah dan haji dunia. Maskapai ini membawa konsep layanan penuh (full service) dengan target memperkuat konektivitas jamaah menuju Tanah Suci.

Mukhtara Air berada di bawah naungan Manazil Al Mukhtara Company Holding, perusahaan berbasis di Madinah, Arab Saudi. Grup ini memiliki portofolio bisnis di sektor perhotelan serta layanan haji dan umrah dengan standar internasional.

Latar belakang tersebut menjadi fondasi pengembangan Mukhtara Air sebagai maskapai yang diarahkan untuk mendukung perjalanan ibadah, khususnya jamaah asal Indonesia yang selama ini menjadi pasar utama layanan religi global.

Armada Pertama Tiba di Jakarta

Keseriusan Mukhtara Air memasuki pasar Indonesia ditandai dengan kedatangan pesawat Airbus A320 pertama di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada November 2025. Armada tersebut didatangkan langsung dari Arab Saudi dan menjadi pesawat awal untuk memulai operasional.

Maskapai ini menargetkan dapat mulai mengudara pada Januari 2026, seiring penyelesaian seluruh proses perizinan dan kesiapan operasional.

Operating Director Mukhtara Air, Andik Setiawan, menyampaikan bahwa perusahaan saat ini masih berada dalam tahap pengajuan Air Operator Certificate (AOC), yang menjadi syarat utama bagi maskapai untuk menjalankan penerbangan komersial di Indonesia.

Tanpa sertifikat tersebut, Mukhtara Air belum dapat membuka rute resmi maupun melayani penumpang secara reguler.

Dua Jenis Pesawat, Domestik Jadi Pengumpan

Dalam rencana operasionalnya, Mukhtara Air akan mengoperasikan dua tipe armada, yakni Airbus A320 dan Airbus A330. Airbus A320 akan difokuskan untuk melayani rute domestik dan berperan sebagai pengumpan (feeder) bagi penerbangan internasional.

See also  Lindungi Jamaah, Kemenag Siapkan Aplikasi Umrah Online

Sementara itu, Airbus A330 disiapkan untuk melayani penerbangan jarak jauh, khususnya rute bernuansa religi seperti Madinah dan Makkah guna mendukung layanan umrah.

Managing Director Mukhtara Air, Winarso, menegaskan pentingnya jaringan domestik dalam strategi maskapai.

“Rute domestik Mukhtara Air juga akan sangat banyak, untuk memperkuat konektivitas ke bandara-bandara pengumpan menuju penerbangan internasional kami,” ujar Winarso.

Pesawat Airbus A320 pertama Mukhtara Air memiliki konfigurasi 152 kursi, terdiri dari 8 kursi kelas bisnis dan 144 kursi kelas ekonomi, dengan konsep layanan full service.

Mukhtara Air menetapkan kantor pusatnya di kawasan City Business Center (CBC) di sekitar Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Untuk memperluas jangkauan operasional, maskapai ini juga membuka kantor perwakilan di Medan, Surabaya, dan Bali.

Chairman Mukhtara Air, Sami Al Harbi, menyebut ekspansi ke Indonesia sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang grup di sektor penerbangan.

“Mukhtara Air adalah komitmen investasi besar kami di Indonesia, dan kami ingin menghadirkan standar layanan full service berkelas internasional bagi para jamaah dan penumpang umum,” ujarnya.

Fokus Umrah, Belum Layani Haji 2026

Meski membawa misi layanan religi, Mukhtara Air hingga kini belum masuk dalam daftar maskapai resmi penyelenggara penerbangan haji 2026. Pemerintah Indonesia saat ini hanya menunjuk Garuda Indonesia dan Saudi Airlines (Saudia) untuk melayani penerbangan haji tahun depan.

Dengan demikian, Mukhtara Air masih memfokuskan persiapan pada layanan umrah, sembari membuka peluang keterlibatan dalam penerbangan haji di tahun-tahun berikutnya.

Tags: jemaah umrah indonesiamaskapai saudimaskapai umrahmukhtara airpasar umrahpenerbangan umrahUmrah
Previous Post

Berswafoto di Masjidil Haram Boleh, Tapi Wajib Perhatikan 3 Etika Ini!

Next Post

Kemenhaj Tetapkan Skema Baru Petugas Haji Khusus, 45 Jemaah Dilayani 3 Petugas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks