MADANINEWS.ID, BANDUNG – Menteri Haji dan Umrah RI, Mohammad Irfan Yusuf (Gus Irfan), menegaskan seluruh jajaran Kementerian Haji untuk menjaga integritas dan mengawal perjalanan haji 2026 agar berjalan sukses dan bersih dari praktik culas.
Saat berkunjung ke Kantor Wilayah Jawa Barat, Irfan menekankan bahwa struktur kelembagaan Kemenhaj di tingkat daerah segera rampung.
“Tidak boleh ada permainan sedikit pun di dalam kementerian haji. Kemarin sudah diumumkan petugas haji, tolong dikawal dengan bersih,” ujar Irfan, Senin (22/12/2025).
Penataan Pejabat dan Petugas Haji
Irfan menyampaikan bahwa pejabat yang kini bertugas sebagai Kabid dan Kasie akan dilantik menjadi Pelaksana Tugas Kepala Kanwil dan Kepala Kantor, dengan satu syarat utama: penyelenggaraan haji tahun depan harus berjalan sukses dan bersih.
Ia menekankan pentingnya persiapan lebih awal agar seluruh aspek teknis penyelenggaraan haji berjalan optimal, termasuk dalam rekrutmen petugas. Proses ini menekankan prinsip profesionalitas dan tanpa titipan.
“Proses pelatihan bagi petugas juga diperpanjang menjadi satu bulan penuh demi menjamin kesiapan maksimal,” tambah Irfan.
Sistem Kuota Diperbaiki untuk Rasa Keadilan
Terkait kuota haji, Irfan menjelaskan sistem sebelumnya sempat mendapat catatan dari BPK karena tidak sesuai dengan Undang-Undang. Beberapa jemaah yang mendaftar sejak 2011 belum diberangkatkan, sementara pendaftar 2014 sudah berangkat lebih dulu.
“Kami ratakan kembali berdasarkan tahun pendaftaran di tingkat provinsi,” jelas Irfan. Langkah ini diharapkan dapat menjamin rasa keadilan bagi seluruh calon jemaah haji Indonesia.
