MADANINEWS.ID, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) meminta pemerintah meningkatkan kualitas layanan ibadah haji 2026 sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa Indonesia di Timur Tengah untuk berpartisipasi sebagai petugas pendamping jemaah.
Menurut HNW, mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di kampus-kampus Timur Tengah memiliki keunggulan bahasa Arab, pemahaman manasik haji, serta adaptasi budaya Arab Saudi. Selain itu, mereka juga dikenal memiliki fisik yang kuat dan semangat pengabdian tinggi.
“Saya minta Menteri Haji mempertimbangkan aspirasi para mahasiswa di Timur Tengah itu dengan melakukan recruiting mahasiswa Indonesia di Timur Tengah sebagai tenaga musim yang mendampingi para jemaah haji. Karena selain soal profesionalitas mereka, juga bahwa pelibatan mereka sangat bermanfaat mendukung urusan keberlangsungan pendidikan mereka sebagai kader ulama penerus bangsa,” ujar HNW dalam keterangannya, Kamis (6/11/2025).
Usulan HNW disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Haji dan Umrah, Rabu (5/11/2025), yang membahas persiapan penyelenggaraan haji tahun depan.
HNW—yang juga anggota Komisi VIII—menyebut gagasan ini muncul dari aspirasi mahasiswa Indonesia di Timur Tengah yang selama ini kerap menyampaikan keinginan untuk berkontribusi dalam penyelenggaraan haji.
Forum rapat akhirnya menyetujui usulan HNW tersebut. Dalam kesimpulan rapat disepakati bahwa Kementerian Haji dan Umrah perlu meningkatkan rekrutmen petugas haji dari unsur mahasiswa Indonesia di Timur Tengah.
“Alhamdulillah, semoga hal ini benar-benar bisa diimplementasikan dengan baik. Dan kepada para mahasiswa Timur Tengah yang nantinya menjadi tenaga pendukung haji agar juga melaksanakan amanah ini dengan yang terbaik, melayani jemaah haji Indonesia sepenuh hati,” lanjutnya.
Evaluasi Kartu Nusuk dan Koordinasi Syarikah
Selain soal rekrutmen, HNW juga menyoroti masalah kartu Nusuk yang sempat menimbulkan kendala bagi jemaah pada musim haji 2025. Ia meminta Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan kejadian serupa tidak terulang.
“Pada haji tahun depan, Kemenhaj harus memastikan agar tidak terjadi lagi permasalahan dengan syarikah seperti yang terjadi pada tahun yang lalu,” ujarnya.
HNW menegaskan, distribusi kartu Nusuk sebaiknya dilakukan sejak embarkasi di Indonesia, agar jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan tenang dan lancar. Tahun lalu, sejumlah jamaah dilaporkan kesulitan masuk Makkah dan Masjidil Haram akibat keterlambatan pembagian kartu tersebut.
“Maka pada rapat tadi disepakati agar Kemenhaj mengupayakan pembagian kartu Nusuk bagi jemaah haji dilakukan sejak mereka berada di embarkasi di Indonesia, dan agar syarikah betul memberikan pelayanan yang terbaik kepada jemaah haji,” pungkas HNW.
Usulan HNW menegaskan pentingnya keterlibatan SDM muda dan terdidik dalam pelayanan haji, sekaligus menjadi langkah konkret memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat akademik di luar negeri.
Dengan pelibatan mahasiswa Timur Tengah dan digitalisasi layanan haji, pelaksanaan ibadah haji 2026 diharapkan menjadi lebih profesional, efisien, dan ramah jamaah.
