MADANINEWS.ID, Jeddah – Arab Saudi mencatat pencapaian bersejarah dalam persiapan Haji 2026. Menteri Haji dan Umrah, Tawfiq Al-Rabiah, mengumumkan kerajaan telah menyelesaikan kontrak keberangkatan bagi lebih dari satu juta jemaah, enam bulan sebelum musim haji dimulai.
“Ini adalah jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya dan merupakan pencapaian bersejarah,” ujar Al-Rabiah dalam konferensi pers penutupan Konferensi dan Pameran Haji kelima di Jeddah Superdome, Rabu (12/11).
Kontrak tersebut melibatkan 77 negara, sementara sektor swasta Arab Saudi menandatangani lebih dari 3.000 kontrakdengan operator haji internasional. Konferensi yang berlangsung selama empat hari itu menarik lebih dari 160.000 pengunjung dari 150 negara, meningkat 33 persen dibandingkan tahun lalu.
“Minat yang terus meningkat ini menunjukkan pengakuan komunitas internasional terhadap kepemimpinan Kerajaan dalam mengelola penyelenggaraan haji dengan keunggulan dan inovasi,” tambah Al-Rabiah.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Putra Mahkota Arab Saudi atas dukungan terhadap keselamatan dan pelayanan jemaah. Sekitar 300 lembaga publik dan swasta ikut ambil bagian dalam pameran untuk memperkenalkan berbagai layanan bagi jemaah, termasuk King Abdulaziz Foundation for Research and Archives (Darah).
“Partisipasi ini mencerminkan komitmen berkelanjutan lembaga tersebut untuk melestarikan dan mendokumentasikan sejarah panjang haji serta hubungannya yang mendalam dengan warisan Islam Kerajaan,” ungkap Al-Rabiah.
Selain itu, ia mengumumkan Forum Umrah dan Kunjungan akan digelar di Madinah pada Januari 2026 untuk memperluas layanan bagi jemaah dan pengunjung.
“Konferensi haji tahun ini bertujuan memastikan perjalanan jemaah berlangsung aman dan lancar — mulai dari keberangkatan hingga kembali ke tanah air setelah mengunjungi situs-situs suci,” tutup Al-Rabiah.
