MADANINEWS.ID, Jeddah – Calon jemaah haji kini tidak bisa asal mendaftar, kesehatan menjadi syarat mutlak untuk mendapatkan visa. Menteri Kesehatan Arab Saudi, Fahd Al-Jalajel, menegaskan kebijakan ini bukan formalitas, melainkan upaya serius pemerintah untuk menjaga keselamatan para tamu Allah.
“Kemampuan kesehatan adalah prasyarat bagi calon jemaah untuk memperoleh visa haji,” ujar Al-Jalajel dalam Konferensi Haji kelima bertajuk “Dari Visi ke Realitas: Integrasi Layanan dalam Musim Haji” di Jeddah, Rabu (12/11).
Pernyataan Al-Jalajel tersebut mempertegas kebijakan Arab Saudi yang akan memperketat istithaah kesehatan bagi jemaah haji tahun 2026. Dimana nantinya pemeriksaan acak akan dilakukan di bandara, hotel, dan area Masyair untuk memastikan jamaah benar-benar memenuhi syarat kesehatan.
Al-Jalajel menjelaskan, sistem kesehatan Saudi terintegrasi dengan berbagai lembaga, mulai dari pra-keberangkatan hingga jemaah kembali ke negara asal. Pemerintah juga memanfaatkan teknologi canggih dan analisis data real-time untuk memastikan setiap jemaah bisa menunaikan ibadah dengan aman dan nyaman.
Tak hanya itu, persyaratan vaksin akan terus diperbarui tiap tahun sesuai risiko kesehatan dari negara asal jemaah. Pemerintah juga siap menghadapi dampak perubahan iklim, termasuk suhu ekstrem yang dapat memicu kelelahan dan gangguan kesehatan.
“Seluruh pihak bergerak untuk menjamin ibadah haji yang aman dan sehat,” tegas Al-Jalajel. Langkah ini mencerminkan komitmen Arab Saudi untuk merawat tamu Allah agar dapat menjalankan manasik dengan tenang.
