Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Saudi Resmikan Proyek Kereta Cepat Termahal di Timur Tengah, Hubungkan Laut Merah dan Teluk Arab

Abi Abdul Jabbar Sidik
20 October 2025 | 12:00
rubrik: Mancanegara, News
Saudi Resmikan Proyek Kereta Cepat Termahal di Timur Tengah, Hubungkan Laut Merah dan Teluk Arab

Saudi Bangun Proyek Jumbo 112 Triliun untuk bangun kereta api cepat yang menghubungkan laut merah dan teluk arab

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, RIYADH – Arab Saudi kembali membuat gebrakan besar. Negeri gurun itu tengah menyiapkan proyek kereta cepat “Land Bridge” senilai US$7 miliar atau sekitar Rp112 triliun, yang akan menghubungkan Jeddah di Laut Merah hingga Dammam di Teluk Arab, melintasi ibu kota Riyadh. Panjang total jalurnya mencapai 1.500 kilometer.

Jika rampung, waktu tempuh Riyadh–Jeddah yang sebelumnya 12 jam lewat jalur darat akan menyusut menjadi kurang dari 4 jam. Tak heran proyek ini disebut sebagai “keajaiban gurun” yang akan mengubah wajah transportasi darat Arab Saudi.

Proyek Raksasa Vision 2030

Land Bridge menjadi bagian penting dari Saudi Vision 2030, visi besar Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS)untuk mentransformasi ekonomi Kerajaan dari ketergantungan pada minyak menuju diversifikasi sektor logistik, pariwisata, dan teknologi.

Lewat proyek ini, jaringan kereta di Arab Saudi akan membentang dari 5.300 km menjadi lebih dari 8.000 km, menjadikan kerajaan sebagai pusat logistik dan transportasi terbesar di Timur Tengah.

Otoritas Perkeretaapian Saudi (SAR) akan mengoperasikan layanan angkutan penumpang dan barang, menghubungkan Pelabuhan Raja Abdullah dengan kawasan industri besar seperti Yanbu. SAR juga telah memesan 15 rangkaian kereta berkecepatan 200 km/jam dan mulai mengembangkan kereta hidrogen ramah lingkungan untuk mendukung transisi hijau di sektor transportasi.

Dampak Ekonomi Jumbo

Land Bridge bukan sekadar proyek infrastruktur. Jalur baja sepanjang ribuan kilometer ini diperkirakan menghemat US$4,2 miliar per tahun dalam biaya logistik nasional dan membuka 200 ribu lapangan kerja baru di berbagai sektor.

Jalur utama Riyadh–Jeddah sepanjang 950 km akan diperpanjang ke utara menuju Pelabuhan Raja Abdullah (146 km) dan timur menuju Jubail (115 km). Pemerintah juga menyiapkan tujuh pusat logistik baru di sepanjang rute utama untuk memperlancar arus distribusi barang lintas wilayah.

See also  Tingkatkan Layanan pada Jamaah, Saudi Luncurkan Aplikasi ‘Smart Hajj’

Fasilitas proyek mencakup pembangunan jembatan, terowongan, hingga sistem persinyalan berstandar internasionalagar operasional berjalan efisien dan aman.

Kolaborasi Saudi–Tiongkok

Proyek ini dikerjakan oleh konsorsium Saudi–Tiongkok, melibatkan Saudi Arabia Railways, China Civil Engineering Construction Company (CCECC), dan Al-Ayuni Contracting dari pihak lokal.

Sejumlah perusahaan internasional juga ikut berperan, seperti Systra (Prancis), Thales, WSP, Hill International (AS), Italferr (Italia), dan Sener (Spanyol).

Gagasan Land Bridge sebenarnya telah muncul sejak 2004, namun baru dihidupkan kembali setelah kunjungan Presiden Xi Jinping ke Riyadh pada 2022, yang mempererat kerja sama ekonomi antara Saudi dan Tiongkok.

Kini, investasi langsung Tiongkok di Arab Saudi mencapai US$8,2 miliar (2024), naik 29% dari tahun sebelumnya. Total investasi baru dari Tiongkok pada 2023 bahkan menyentuh US$16,8 miliar, mayoritas di sektor energi, manufaktur, dan logistik — semua selaras dengan arah Vision 2030.

Tak berhenti di Land Bridge, Saudi juga tengah menyiapkan proyek “Dream of the Desert”, jalur kereta mewah sepanjang 1.290 km dari Riyadh ke Qurayyat yang menawarkan pengalaman wisata kelas dunia melintasi lanskap gurun.

Dengan dua proyek ambisius ini, Arab Saudi menegaskan diri sebagai jantung transportasi dan logistik baru Timur Tengah, menjembatani Laut Merah dan Teluk Arab dalam satu lintasan bersejarah.

Tags: kereta cepat sauditransportasi saudivisi saudi 2030
Previous Post

BPJPH Tegaskan Sertifikasi Halal Bukan Sekadar Label, tapi Nilai Tambah Bagi UMK

Next Post

AMPHURI Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina Lewat Baznas dan MER-C

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks