MADANINEWS.ID, Jakarta — Bank Indonesia (BI) kembali menggelar Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025, ajang tahunan yang kini memasuki tahun ke-12 sejak pertama kali diselenggarakan pada 2014. Tahun ini, ISEF mengusung tema besar “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Memperkuat Kemandirian Ekonomi dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif.”
Tak sekadar festival, ISEF menjadi simbol komitmen BI dalam menumbuhkan ekonomi syariah nasional dan memperkuat peran Indonesia sebagai pusat gravitasi keuangan syariah dunia. Melalui beragam program, ISEF mendorong penguatan keuangan syariah komersial dan sosial, industri halal, pariwisata ramah muslim, modest fashion, serta ekspor produk halal.
Indonesia Naik Kelas di Dunia Syariah
Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan, ekonomi syariah Indonesia kini tumbuh pesat dan sudah diakui dunia.
“Pengembangan ekonomi syariah di Indonesia semakin pesat, dan menorehkan capaian posisi ke-3 peringkat ekonomi syariah dunia, dari sebelumnya peringkat ke-10 dalam 10 tahun terakhir,” kata Perry di Jakarta International Expo, Rabu (8/10/2025).
Ia menegaskan posisi Indonesia kini sejajar dengan Malaysia dan Arab Saudi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
“Kita mempraktikan firman Allah di Ali Imran 103-104. Kita bersatu memajukan ekonomi keuangan syariah rahmatan lil alamin dan InsyaAllah kita semua termasuk umat-umat yang beruntung,” ujarnya.
Laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2024–2025 yang dirilis DinarStandard juga menempatkan Indonesia di posisi ketiga dunia, menegaskan kemajuan di sektor perbankan syariah, makanan halal, modest fashion, hingga wisata muslim.
Perry optimistis masa depan ekonomi syariah Indonesia makin cerah karena sudah masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Panjang (RPJMN) 2025–2029.
“Alhamdulillah dalam RPJMN bahwa ekonomi keuangan syariah bagian strategi utama menjadi pusat ekonomi syariah dan ISEF menjadi platform mempresentasikan program-program ke depan,” tutur Perry.
Sinergi Lintas Sektor dan Kolaborasi Global
Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) BI Rifki Ismal menegaskan, ISEF menjadi wadah strategis yang mempertemukan pelaku industri syariah lintas sektor, dari pemerintah, lembaga keuangan, pelaku usaha, hingga organisasi masyarakat.
“Kuncinya kita mengembangkan ekonomi syariah berdasarkan sinergi kolaborasi dan itu lintas pihak. Jadi lintas segmen, lintas organisasi, karena ini program nasional,” ujarnya.
Rifki juga menyoroti pengakuan Islamic Development Bank (IsDB) terhadap Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah global.
“Jadi bagaimana internasional itu masuk dalam ekosistem pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Harus lebih ditingkatkan,” tambahnya.
Selain di tingkat pusat, ISEF tahun ini juga meluncurkan program koordinasi dengan pemerintah daerah agar pengembangan ekonomi syariah merata di seluruh provinsi. “Di ISEF ini sinergi kolaborasi tidak terpisah lagi antara pusat dan daerah, yang akan mengorkestrasikan Bappenas,” jelas Rifki.
ISEF 2025 juga menggandeng berbagai organisasi seperti MUI, BAZNAS, BWI, KNEKS, NU, Muhammadiyah, hingga lembaga internasional seperti IsDB dan IFSB. Tujuannya, agar sinergi pelaku usaha syariah dengan regulator kian kuat dan berdampak luas.
Inovasi, Fashion, dan Ekonomi Kreatif
ISEF 2025 menghadirkan banyak pembaruan. Salah satunya adalah kolaborasi besar antara BI, Kemenkop UKM, Kemenparekraf, dan Indonesian Fashion Chamber (IFC) dalam menyelenggarakan International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) 2025 bertema “One Vision, One Movement.”
Acara ini menampilkan 11 desainer internasional dan lebih dari 1.700 koleksi modest fashion karya 214 desainer nasional.
Salah satu peserta, Syukriah Rusydi, pemilik brand Reborn29, mengaku bangga bisa terus berpartisipasi sejak awal penyelenggaraan.
“Untuk Reborn29 sekarang kita lagi sustainable. Ini pakai kain yang upcycling. Kain bikin sendiri dan cutting juga semaksimal mungkin tidak menyisakan limbah. Jadi zero waste,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, “Kalau untuk transaksi di sini sejauh ini bagus. Aku paling menunggu acara ini karena transaksi bagus.”
ISEF juga menampilkan berbagai kegiatan baru seperti Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN), ISEF Run, hingga Halal Tourism Summit (IHTS). Selama gelaran Road to ISEF, nilai transaksi mencapai Rp 3,1 triliun, meningkat dari Rp 2 triliun tahun sebelumnya.
Antusiasme Publik dan Dampak Nyata
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengungkapkan, antusiasme masyarakat terhadap ISEF terus meningkat.
“Melalui sinergi lintas sektor dan inovasi berkelanjutan, mari kita jadikan Indonesia bukan hanya pasar, tetapi juga pusat gravitasi ekonomi syariah dunia,” ucapnya saat penutupan ISEF ke-12 di JIEXPO, Minggu (12/10/2025).
ISEF tahun ini diikuti lebih dari 700 pelaku usaha syariah, menghadirkan 444 ribu pengunjung gabungan antara acara utama dan Road to ISEF. Total ada lebih dari 60 kegiatan utama, dari forum internasional, pameran produk halal, hingga kompetisi inovasi generasi muda.
“Keberhasilan ISEF bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju ekonomi syariah Indonesia yang tangguh, berdaya saing, dan berkeadilan,” tutup Destry.
