MADANINEWS.ID, Jakarta – Pemerintah terus mematangkan penyelenggaraan haji 2026. Hingga awal Oktober ini, progres persiapannya disebut sudah mencapai 25 persen. Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf Hasyim atau Gus Irfan, mengimbau para calon jemaah untuk mulai menabung dari sekarang agar siap saat pelunasan biaya haji dibuka.
“Insyaallah, kita sudah tahap kira-kira 25% dari langkah-langkah yang sudah kita laksanakan. Kita sudah mengambil tempat di Arafah-Mina, kita sudah membayar sebagian uang muka untuk Arafah-Mina. Dan kita juga sudah pilih dua syarikah,” kata Gus Irfan saat ditemui di Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Pelunasan Dibahas Bareng DPR, Target Sebelum Desember
Soal jadwal pelunasan biaya haji, Gus Irfan mengatakan hal itu akan dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)melalui Panitia Kerja Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (Panja BPIH). Rapat pembahasan diperkirakan berlangsung sekitar 20 Oktober, menyesuaikan agenda DPR.
“Mudah-mudahan sebelum Desember sudah bisa lunasi,” ujarnya.
Ia mengingatkan calon jemaah agar tak menunggu pengumuman resmi baru menyiapkan dana.
“Itu harus sekarang persiapannya. Jangan sampai mepet,” tegasnya.
Rp 2,7 Triliun Sudah Disetor untuk Arafah-Mina
Dari sisi pembiayaan, pemerintah melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) telah menyalurkan uang muka sebesar Rp 2,7 triliun untuk memesan lokasi jamaah di Arafah dan Mina.
“BPKH sudah menyetorkan Rp 2,7 triliun untuk uang muka sebagai pendaftaran bagi negara Indonesia di sistem EHAJJ di Arab Saudi. Itu tujuannya untuk membooking tempat di Arafah,” jelas Kepala BPKH, Fadlul Imansyah.
Menurutnya, nilai setoran tahun ini lebih besar karena mengikuti ketentuan baru dari Kerajaan Arab Saudi yang mewajibkan pembayaran sesuai kuota jamaah.
“Tahun ini Kerajaan Arab Saudi meminta sesuai dengan jumlah jemaah haji yang berangkat berdasarkan kuota yang diberikan. Nah itu angkanya kenapa Rp 2,7 triliun,” ujarnya.
Tahun lalu, total dana yang dikelola BPKH mencapai Rp 18 triliun dengan nilai manfaat sekitar Rp 8 triliun.
Dengan berbagai pembenahan yang dilakukan, pemerintah berharap pelaksanaan haji 2026 bisa lebih tertata, sehat, dan nyaman bagi jamaah. Gus Irfan pun kembali menegaskan agar para calon haji tidak menunda persiapan fisik dan finansial.
“Insyaallah semua sedang berjalan sesuai rencana. Tapi kesiapan pribadi juga penting — mulai dari kesehatan, tabungan, dan mental sebelum keberangkatan,” ujarnya.
