IBADAH.ID, Banda Aceh – Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Aceh bekerjasama dengan Badan POM RI menggelar seminar Pangan bertajuk “Dalam rangka seminar pangan mari kita wujudkan keamanan pangan dan meningkatkan daya saing produk pangan kepada pelaku usaha pangan di Aceh” di Aula Fakultas Ekonomi Unsyiah Banda Aceh, Rabu (25/07/2018) sore.
Kegiatan ini melibatkan 200 pengusaha perempuan binaan Ipemi Aceh dan kabupaten kota seperti Banda Aceh, Aceh Utara, Bireun dan Lhokseumawe.
Dalam kesempatan tersebut Ketua IPEMI PW Aceh Amna Yusra meminta agar seluruh pengusaha UKM binaan IPEMI Aceh bisa menghadirkan makanan produk olahan yang sehat dan halal.
Amna menuturkan Seminar ini memiliki tujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan pada UKM binaan IPEMI Aceh agar kualitas produk-produk yang dihasilkan UKM bisa meningkat, terutama dari cara packing yang lebih baik.
“Saya melihat paparan dari seminar ini sangat penting, dan ibu-ibu ini sangat antusias dalam menyimak. bahkan tadi saya cerita banyak sama ibu Direktur Badan POM terkait dengan hasil produk olahan di Aceh, tapi kita masih kekurangan di packing nya, kemasannya masih kurang. Dan kita harap setelah kegiatan ini mungkin akan ada perubahan, dan kita tidak usah brfikir ekspor dulu, karena kebutuhan untuk dalam negeri saja cukup banyak,” terang Amna Yusra didampingi Sekretaris Ipemi Munawwarah.
Amna Yusra menambahkan, peserta binaan Ipemi punya keinginan kuat untuk menghasilkan produk-produk yang lebih berkualitas dan memiliki daya saing di pasar.
“Tinggal bagaimana diajarkan kepada mereka bagaimana cara packing yang bagus. Seperti tadi ada ibu-ibu yang sudah mampu membuat agar-agar yang tahan lama, Cuma dia perlu bagaimana agar itu bisa di packing yang bagus,” lanjutnya.
Amna menambahkan bahwa IPEMI Aceh selalu menekankan kepada para pengusaha makanan dan UKM binaan agar sangat memperhatikan aspek kehalalan dan kesehatan dari makanan yang diproduksi.
“Dan kami sudah menghimbau agar pengusaha patuh dengan aturan, demi masyarakat Aceh yang kita cintai dan Indonesia pada umumnya. karena sekarang sudah mudah untuk mendeteksi makanan ada tidaknya bahan berbahaya seperti formalin dan sebagainya. Begitu juga dengan halal, ini dari dulu sudah kita sampaikan, apalagi kita ini syariat Islam,” tutur Amna.
