MADANINEWS.ID, Jakarta – Tidak banyak negara yang memberi perhatian khusus pada jemaah kurang mampu dalam penyelenggaraan haji. Salah satunya Maladewa, negara kepulauan kecil dengan penduduk 100 persen muslim, yang mengalokasikan kuota haji khusus bagi fakir miskin.
Menurut laporan media lokal Sun, Maladewa biasanya mendapat 1.000 kuota haji dari Arab Saudi setiap tahun. Dari jumlah itu, 100 kuota diberikan untuk pejabat negara dan asisten jemaah, 50 kuota disiapkan khusus bagi fakir miskin, sementara 850 sisanya untuk jemaah reguler yang membayar iuran ke Badan Haji.
Kuota Pejabat Dipangkas
Presiden Maladewa, Mohamed Muizzu, baru-baru ini menginstruksikan agar kuota pejabat negara dipangkas. Langkah ini diambil setelah muncul tuduhan adanya praktik penyalahgunaan kuota haji oleh pejabat untuk kepentingan keluarga agar terhindar dari antrean panjang.
Selain itu, pemerintah juga berencana memperkenalkan kuota khusus bagi jemaah berusia 65 tahun ke atas, serta menetapkan aturan pembatasan 5 tahun bagi jemaah yang sudah pernah berhaji. Prioritas juga akan diberikan bagi mereka yang baru pertama kali berangkat haji.
Islam Jadi Identitas Maladewa
Maladewa adalah negara kepulauan di Samudera Hindia yang seluruh penduduknya memeluk Islam. Negara ini menjadikan syariah sebagai dasar hukum resmi.
Secara sejarah, masyarakat Maladewa merupakan keturunan dari berbagai suku pendatang, dengan pengaruh kuat para pedagang Arab, Malaya, Madagaskar, Indonesia, hingga China.
Selain Maladewa, Malaysia juga punya kebijakan pro-rakyat kecil dalam urusan haji. Tabung Haji Malaysia memberi subsidi besar bagi jemaah berpendapatan rendah. Pada 2025, kelompok B40 hanya perlu membayar RM15.000 (sekitar Rp58 juta), sementara sisanya disubsidi hingga RM18.300.
