Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Lebih Utama Mana: Bayar Utang Dulu atau Sedekah Dulu? Ini Penjelasan Ulama

Abi Abdul Jabbar Sidik
29 August 2025 | 15:45
rubrik: Fiqih Ibadah, Islamika
Lebih Utama Mana: Bayar Utang Dulu atau Sedekah Dulu? Ini Penjelasan Ulama

Foto Ilustrasi (chatgpt)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta – Anjuran bersedekah dalam Islam sangatlah banyak. Al-Qur’an menegaskan, orang beriman tidak akan mencapai kebajikan sebelum menginfakkan harta yang dicintainya. Allah berfirman:

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

“Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh Allah Maha-Mengetahui,” (QS an-Nisa’: 92).

Bahkan, orang yang mengajak bersedekah dijanjikan ganjaran besar. Allah berfirman:

لا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلاحٍ بَيْنَ النَّاسِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْراً عَظِيماً

“Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barangsiapa berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak kami akan memberinya pahala yang besar” (QS an-Nisa’: 114).

Namun muncul pertanyaan: jika seseorang masih punya utang, mana yang lebih utama, bayar utang dulu atau bersedekah?

Hadis Nabi dan Penjelasan Imam Bukhari

Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنًى وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ

“Sedekah yang paling baik adalah melakukan sedekah dalam kondisi tercukupi, mulailah dari orang yang wajib kamu nafkahi,” (HR. Bukhari).

Imam Bukhari menegaskan:

بَاب لَا صَدَقَةَ إِلَّا عَنْ ظَهْرِ غِنًى وَمَنْ تَصَدَّقَ وَهُوَ مُحْتَاجٌ أَوْ أَهْلُهُ مُحْتَاجٌ أَوْ عَلَيْهِ دَيْنٌ فَالدَّيْنُ أَحَقُّ أَنْ يُقْضَى مِنْ الصَّدَقَةِ وَالْعِتْقِ وَالْهِبَةِ وَهُوَ رَدٌّ عَلَيْهِ

“Barangsiapa yang bersedekah, sedangkan dia dalam keadaan membutuhkan atau keluarganya membutuhkan atau ia memiliki tanggungan utang, maka utang lebih berhak untuk dibayar daripada ia bersedekah, memerdekakan budak, dan hibah. Dan sedekah ini tertolak baginya” (Shahih Bukhari, Juz 2, Hal. 112).

Ulama Mazhab Syafi’i

See also  Alasan Larangan Berpuasa di Hari Tasyrik

Syekh Badruddin al-‘Aini menegaskan:

المعنى أن شرط التصدق أن لا يكون محتاجا ولا أهله محتاجا ولا يكون عليه دين فإذا كان عليه دين فالواجب أن يقضي دينه وقضاء الدين أحق من الصدقة والعتق والهبة لأن الابتداء بالفرائض قبل النوافل…

“Maksudnya, syarat bersedekah adalah jika dirinya atau keluarganya tidak dalam keadaan butuh dan tidak memiliki utang. Jika ia memiliki utang, maka wajib baginya melunasi utang sebelum bersedekah. Karena kewajiban harus didahulukan daripada kesunnahan…” (‘Umdah al-Qari Syarh Shahih al-Bukhari, Juz 13, Hal. 327).

Pandangan serupa ditegaskan ulama Syafi’iyah lain, Syekh Khatib asy-Syirbini:

ومن عليه دين أو… (قلت الأصح تحريم صدقته بما يحتاج إليه لنفقة من تلزمه نفقته) … أو لدين لا يرجو له وفاء لو تصدق به

“Seseorang yang punya utang disunnahkan tidak bersedekah hingga melunasi utangnya… bahkan menurut pendapat yang lebih kuat, haram bersedekah dengan harta yang sebenarnya dibutuhkan untuk membayar utang, nafkah keluarga, atau dirinya sendiri.” (Mughni al-Muhtaj, Juz 3, Hal. 122).

Namun, jika utang masih bisa dilunasi dari sumber lain, bersedekah tetap diperbolehkan selama tidak menunda pembayaran.

Pendapat Imam al-Adzra’i

Imam al-Adzra’i memberikan catatan:

وهذا ليس على إطلاقه إذ لا يقول أحد… إذا تصدق بنحو رغيف مما يقطع بأنه لو بقي لم يدفعه لجهة الدين أنه لا يستحب له التصدق به…

“Keharaman ini tidak mutlak. Jika yang disedekahkan hanya hal kecil seperti sepotong roti yang jelas tidak akan dipakai membayar utang, maka tetap disunnahkan untuk bersedekah. Yang lebih utama hanyalah segera membayar utang dibanding ibadah sunnah.” (Nihayah al-Muhtaj, Juz 6, Hal. 174).

Kesimpulan

Para ulama sepakat, membayar utang wajib didahulukan daripada sedekah. Sedekah bisa menjadi terlarang bila harta yang dipakai sebenarnya satu-satunya sumber untuk melunasi utang yang jatuh tempo. Namun, sedekah tetap dianjurkan untuk harta kecil atau remeh yang tidak signifikan bagi pelunasan utang.

See also  Belajar Bersedekah dari Lebah

Hal ini sejalan dengan kaidah fikih: “Al-Fardlu afdlalu minan-nafli” – kewajiban lebih utama daripada ibadah sunnah.

Tags: bayar utangHukum islamsedekah
Previous Post

MasyaAllah! Negara Ini Alokasikan Kuota Haji Khusus untuk Fakir Miskin

Next Post

Muslim LifeFest 2025 Resmi Dibuka, Hadirkan Solusi Muamalah dan Bisnis Halal Global

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks