MADAN INEWS.ID, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan terobosan besar: pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi. Kawasan terpadu ini digadang jadi sejarah baru sekaligus bentuk kepedulian negara terhadap jutaan jemaah haji tanah air.
Tenaga Ahli Badan Pengelola Haji (BP Haji), Rachmad Tri Fahmi, menjelaskan Kampung Haji bukan sekadar kompleks penginapan, melainkan pusat layanan terpadu.
“Insya Allah ini akan menjadi one stop service bagi jemaah haji Indonesia. Mulai dari tempat tinggal, rumah sakit, transportasi, hingga pusat UMKM akan terintegrasi dalam satu kawasan,” kata Fahmi di Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Fokus Kesehatan dan Efisiensi Biaya
Gagasan ini lahir dari perhatian Presiden Prabowo atas tingginya angka kematian jemaah. Pada musim haji 2025, tercatat 447 jemaah Indonesia wafat, sebagian besar karena faktor kesehatan.
“Kesehatan menjadi concern utama. Dengan adanya rumah sakit dan layanan kesehatan yang siap siaga, jemaah bisa ditangani lebih cepat dalam kondisi darurat,” jelas Fahmi.
Selain kesehatan, Kampung Haji juga diyakini akan memangkas biaya haji. Selama ini, jemaah tersebar di sektor akomodasi yang jauh dari Masjidil Haram. “Kalau nanti semua terkonsolidasi dalam satu kawasan, maka persoalan akomodasi, konsumsi, hingga transportasi bisa direduksi. Efisiensi biaya akan terasa langsung bagi jemaah,” tambahnya.
Survei Lahan dan Target Oktober
Awal Agustus lalu, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia bersama Kepala BP Haji Irfan Yusuf meninjau delapan lahan rekomendasi otoritas Saudi. Survei dilakukan bersama RSI, otoritas resmi Kerajaan Saudi yang menangani fasilitas di Mekah.
Pemerintah juga tengah mengupayakan regulasi baru agar bisa mendapat freehold atau hak kepemilikan penuh atas properti di Mekah. “Kalau regulasi ini selesai, Indonesia akan menjadi negara pertama yang memiliki hak kepemilikan penuh atas aset di Mekah. Ini akan menjadi lompatan besar,” kata Fahmi optimistis.
Targetnya, desain rancang bangun Kampung Haji akan diserahkan ke otoritas Saudi pada Oktober 2025.
Fahmi menyebut proyek ini bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo yang menempatkan haji dan umrah sebagai prioritas pelayanan publik. “Ini adalah bentuk kepedulian Presiden untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran ibadah jemaah haji Indonesia. Sejarah baru sedang kita ukir bersama,” pungkasnya.
