MADANINEWS.ID, Jakarta – DPR RI resmi mengesahkan revisi UU Nomor 8 Tahun 2019 yang menjadikan Badan Penyelenggara (BP) Haji bertransformasi menjadi Kementerian Haji dan Umrah. Dalam proses transisi ini, nama Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mencuat sebagai kandidat kuat Menteri Haji pertama Indonesia.
Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang, bahkan menyebut langsung peluang Gus Irfan saat rapat evaluasi haji 2025. “Tentu nanti Gus Irfan ya, tidak lagi Kepala Badan, menjadi Menteri Haji. Dan pasal-pasal tentang itu sudah diputuskan… paling 30 hari atau berapa saya lupa,” ujar Marwan di Senayan, Rabu (27/8).
Latar Belakang dan Pendidikan
Gus Irfan lahir di Jombang, 24 Juni 1962. Ia adalah putra KH Yusuf Hasyim sekaligus cucu pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari. Dengan garis keturunan itu, ia bagian dari keluarga besar Tebuireng yang punya pengaruh kuat di dunia Islam Indonesia.
Ia menempuh pendidikan di Jombang hingga lulus dari SMPP Jombang (sekarang SMAN 2 Jombang) pada 1981. Kuliah ia lanjutkan ke Universitas Brawijaya Malang, meraih gelar sarjana pada 1985, lalu magister di kampus yang sama.
Sejak muda, Gus Irfan aktif mengelola pesantren. Pada 1989, ia dipercaya menjadi Sekretaris Umum Pesantren Tebuireng. Kariernya berlanjut sebagai Komisaris PT BPR Tebuireng (1996–2016) dan pengasuh Pesantren Al-Farros sejak 2006. Ia juga sempat mengajar di AKPER Widyagama (2013–2016).
Kiprah di NU, Pesantren, dan Politik
Selain mengasuh pesantren, Gus Irfan aktif di NU. Ia pernah memimpin Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), badan otonom NU yang membidangi pesantren. Ia dikenal mendorong pendidikan pesantren yang inklusif dan modern.
Di luar itu, Gus Irfan juga sering hadir di forum keagamaan dan sosial, membawa pesan Islam moderat khas NU. Kariernya tak lepas dari politik, meski ia bukan pemain langsung di panggung elektoral. Ia dekat dengan lingkar PKB dan berpengaruh dalam isu-isu keislaman dan kebangsaan.
Suaranya kerap terdengar dalam isu pluralisme, kebhinekaan, dan dialog damai. Posisi strategisnya di NU serta garis keturunannya membuatnya menjadi figur yang berpengaruh secara nasional.
Menuju Menteri Haji dan Umrah
Kini, setelah memimpin BP Haji, Gus Irfan disebut akan mengemban amanah lebih besar sebagai Menteri Haji dan Umrah RI. Dengan pengalaman panjang di dunia pesantren, organisasi, hingga birokrasi, publik berharap ia bisa mengawal transformasi kelembagaan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan haji Indonesia.
