Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Multisyarikah Dibatasi, BP Haji Pilih Maksimal 3 Penyedia Layanan untuk Haji 2026

Abi Abdul Jabbar Sidik
6 August 2025 | 09:00
rubrik: Haji & Umrah
Catat! Ini Daftar Barang Bawaan yang Wajib di Bawa Jemaah sat Wukuf di Arafah

Jemaah haji Indonesia. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta – Sistem multisyarikah yang digunakan dalam penyelenggaraan haji tahun 2025 dievaluasi ulang oleh Badan Penyelenggara (BP) Haji. Hasilnya: untuk haji 2026 mendatang, Indonesia hanya akan menggandeng dua hingga tiga syarikah saja.

Kepala BP Haji, Mochamad Irfan Yusuf atau akrab disapa Gus Irfan, menyampaikan bahwa sistem dengan delapan syarikah seperti tahun sebelumnya dinilai terlalu rumit dan menyulitkan.

“Kita sepakat dengan Saudi, delapan syarikah kemarin terlalu banyak. Tapi cuma satu tidak memberikan peluang untuk persaingan sehat, sehingga mungkin dua atau tiga syarikah,” ujar Gus Irfan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (5/8/2025).

Evaluasi Ketat, Performa 2025 Jadi Acuan

BP Haji menegaskan bahwa pemilihan syarikah untuk musim haji 1447 H (2026 M) akan sangat selektif. Hanya perusahaan dengan kinerja baik dan proposal terbaik yang akan dipilih.

“Syarikah akan dipilih berdasarkan performa tahun kemarin dan proposal yang mereka sampaikan kepada kami,” jelas Gus Irfan.

Tahun 2025 sendiri merupakan pertama kalinya sistem delapan syarikah diberlakukan. Namun dalam praktiknya, sistem ini justru memunculkan sejumlah persoalan.

Salah satu yang paling disorot adalah pemisahan tempat menginap bagi jemaah suami-istri dan lansia dengan pendampingnya. Hal ini terjadi karena kurangnya koordinasi antara penyedia layanan dan pihak Indonesia.

Strategi Baru: Indonesiakan Syarikah

Untuk mengantisipasi kekacauan serupa, BP Haji berencana melakukan langkah strategis yang disebut “mengindonesiakan” syarikah. Wakil Kepala BP Haji, Dahnil Anzar, menekankan pentingnya komunikasi yang lancar antara syarikah dan jemaah Indonesia.

Salah satu solusi yang disiapkan adalah dengan menempatkan petugas haji Indonesia di dalam struktur kerja syarikah.

“Ada komposisi 1 persen petugas haji dari jumlah jemaah. Nanti sebagian petugas akan dititipkan di syarikah-syarikah tersebut,” ungkap Dahnil.

Langkah ini diharapkan bisa menjadi jembatan komunikasi antara jemaah Indonesia dan penyedia layanan, serta mencegah kesalahan penempatan dan pelayanan.

See also  Gandeng Rua Al Madinah, Danantara Perluas Investasi Layanan Haji di Tanah Suci
Tags: haji 2026layanan hajiskema multi syarikahsyarikah haji
Previous Post

Saudi-Indonesia Perkuat Sinergi Media, Siap Sukseskan Haji 2026

Next Post

ICW Laporkan Dugaan Korupsi Haji 2025 ke KPK, Nilainya Tembus Rp 306 M

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks