MADANINEWS.ID, MADINAH – Upaya penguatan layanan haji dan umrah Indonesia di Arab Saudi memasuki babak baru melalui kerja sama investasi lintas negara. Danantara Indonesia menjajaki kolaborasi strategis untuk membangun ekosistem layanan jemaah yang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang di Tanah Suci.
Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Danantara Investment Managementdan Rua Al Madinah Holding, perusahaan di bawah Public Investment Fund. Penandatanganan berlangsung dalam rangkaian PIF Private Sector Forum 2026 di Riyadh, 9–10 Februari 2026.
Fondasi Layanan Jemaah Jangka Panjang
Managing Director Finance Danantara Investment Management Djamal Attamimi menyampaikan bahwa penjajakan kerja sama ini diarahkan untuk membangun fondasi layanan haji Indonesia secara berkelanjutan, bukan sekadar proyek jangka pendek.
“Kerja sama dengan Rua Al Madinah Holding menjadi bagian penting dari upaya kami membangun fondasi layanan haji jangka panjang. Ini bukan sekadar proyek, tetapi sebuah national endeavor untuk memastikan kualitas layanan jemaah Indonesia terus meningkat, terintegrasi, dan berkelanjutan lintas generasi,” ujar Djamal dalam keterangan resmi Danantara dikutip Kamis (12/02).
Menurutnya, kemitraan strategis tersebut menjadi langkah penting agar layanan haji Indonesia mampu berkembang dan memenuhi standar global.
Djamal menjelaskan, pengembangan Kompleks Haji diarahkan sebagai ekosistem layanan terpadu dengan jemaah sebagai pusat perencanaan. Layanan mencakup aspek ibadah, kesehatan, perlindungan, pendampingan, hingga dukungan operasional.
“Kami melihat pengembangan ini sebagai tanggung jawab jangka panjang. Danantara Indonesia hadir sebagai katalisator yang memastikan infrastruktur dan layanan bagi jemaah dikelola secara profesional, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan,” ujarnya.
Dukungan dari Mitra Saudi
Dari pihak mitra, Naif Al Hamdan, Chairman Rua Al Madinah Holding, menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai bagian dari strategi memperluas kemitraan investasi internasional, khususnya dalam pengembangan kawasan pendukung pengalaman jemaah di Madinah.
“Penandatanganan MoU di Forum ini mencerminkan komitmen kami untuk memperkuat kemitraan strategis, membuka peluang investasi untuk sektor swasta domestik, regional maupun global, serta menjajaki kolaborasi dalam berbagai proyek pengembangan kami, sambil menegaskan kembali peran Forum sebagai platform untuk meluncurkan proyek-proyek nasional besar,” ujar Naif.
Sementara itu, Chief Executive Officer Rua Al Madinah Holding Ahmed Al Juhani menilai kerja sama dengan Danantara sebagai langkah penting untuk memperluas kemitraan investasi sekaligus meningkatkan integrasi antara aspek investasi dan operasional proyek.
Peran Indonesia di Ekosistem Haji Global
Rua Al Madinah Holding merupakan perusahaan PIF yang bergerak di sektor pengembangan properti dan investasi, dengan sejumlah proyek komprehensif di Madinah yang ditujukan untuk mendukung jutaan pengunjung. Proyek tersebut sejalan dengan Pilgrims Experience Program.
Bagi Indonesia, kolaborasi ini mencerminkan peran strategis negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia dalam memperkuat kualitas layanan dan infrastruktur jemaah secara berkelanjutan.
“Kepercayaan publik dan jemaah adalah fondasi utama. Karena itu, setiap pengembangan kami arahkan untuk memastikan layanan yang lebih baik, tata kelola yang kuat, serta manfaat nyata bagi jemaah Indonesia dalam jangka panjang,” ujar Djamal.
