Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Nenek Sutiah Naik Haji di Usia 107 Tahun, Bukti Cinta Ibadah Tak Kenal Usia

Abi Abdul Jabbar Sidik
16 May 2025 | 07:38
rubrik: Haji & Umrah
Nenek Sutiah Naik Haji di Usia 107 Tahun, Bukti Cinta Ibadah Tak Kenal Usia

Sutiah Sunyoto, Jemaah Haji Indonesia tertua tahun 1446 H /2025 M (Foto:MCH 2025)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Madinah – Di usianya yang sudah satu abad lebih tujuh tahun, Sutiah Sunyoto membuktikan bahwa semangat ibadah tak mengenal usia. Ia menjadi jemaah haji tertua asal Indonesia dalam penyelenggaraan haji 1446 H/2025 M, dan kini tengah menapaki tanah suci untuk pertama kalinya dalam hidupnya.

Nenek Sutiah berasal dari Provinsi Lampung, dan sejak 8 Mei 2025 sudah berada di Madinah, kota Nabi yang selalu ia impikan. Saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH) Daker Madinah di hotel Mesan Aldauliyah, raut wajahnya tampak berseri, penuh rasa syukur dan kebahagiaan.

“Sehat,” sahut Nenek Sutiah dengan senyum hangat, saat disapa oleh tim MCH, Rabu (14/5/2025).

Di usianya yang sudah melewati satu abad, banyak orang mungkin mengira ia akan lebih banyak beristirahat. Namun tidak bagi Nenek Sutiah. Ia tetap semangat berjalan kaki ke Masjid Nabawi untuk menunaikan salat lima waktu, meski cuaca di Madinah cukup terik.

“Shalat, sering,” ucapnya mantap saat ditanya apakah ia rutin ke Masjid Nabawi.

“Kuat jalannya, mbah?” tanya tim MCH.

“Kuat,” jawabnya mantap, menunjukkan bahwa kekuatan bukan hanya soal fisik, tapi juga keteguhan hati dan niat yang tulus.

Sehari-hari di kampung halamannya, Nenek Sutiah hanya bertani. Di masa tuanya, ia menghabiskan waktu di rumah, sesekali mencabut rumput di halaman. Ia tidak punya rahasia khusus soal kesehatan, namun mengaku menjaga pola makan sederhana: hanya makan nasi, sayur, daging, dan menghindari ayam potong.

“Daging makan, ayam potong yang ndak makan mas. Kenapa ndak makan? Mboten remen. Sayur-sayuran makan mbah? Makan,” ujarnya santai.

Keinginan untuk berhaji bukan hal baru bagi Nenek Sutiah. Ia sudah mendaftar sejak tahun 2013, dan akhirnya tahun ini panggilan itu datang. Ini juga menjadi kali pertamanya menginjakkan kaki di Arab Saudi, tinggal di hotel, dan menikmati makanan yang menurutnya sangat cocok.

See also  Kemenag Pastikan Fasilitas Layanan di Armina Sudah Siap

“Di sini uenak. Nggih. Yo senang poko’e. Makanan yang disediakan panitia cocok semua, cocok dilidah,” kenangnya.

Kini, setelah tujuh hari berada di Madinah, Nenek Sutiah telah lima kali ke Masjid Nabawi. Di usianya yang ke-107 tahun, ia telah menjadi inspirasi nyata bahwa tekad yang kuat dan niat yang tulus mampu menembus batas usia dan raga.

Dengan sembilan anak dan 25 cucu yang menanti kabar darinya, kisah Nenek Sutiah bukan hanya menjadi catatan dalam sejarah haji Indonesia, tapi juga pengingat bagi kita semua — bahwa harapan, doa, dan usaha tak pernah sia-sia, selama hati tetap tertambat pada Sang Pemilik Waktu.

Tags: haji lansiakisah hajinenek sutiah
Previous Post

Kemenag Terbitkan Aturan Baru Dam Haji, Ini Skema dan Nominal Pembayarannya

Next Post

Tips Aman dan Nyaman Melaksanakan Salat Jumat di Masjidil Haram bagi Jemaah Haji

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks