MADANINEWS.ID, Madinah – Di usianya yang sudah satu abad lebih tujuh tahun, Sutiah Sunyoto membuktikan bahwa semangat ibadah tak mengenal usia. Ia menjadi jemaah haji tertua asal Indonesia dalam penyelenggaraan haji 1446 H/2025 M, dan kini tengah menapaki tanah suci untuk pertama kalinya dalam hidupnya.
Nenek Sutiah berasal dari Provinsi Lampung, dan sejak 8 Mei 2025 sudah berada di Madinah, kota Nabi yang selalu ia impikan. Saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH) Daker Madinah di hotel Mesan Aldauliyah, raut wajahnya tampak berseri, penuh rasa syukur dan kebahagiaan.
“Sehat,” sahut Nenek Sutiah dengan senyum hangat, saat disapa oleh tim MCH, Rabu (14/5/2025).
Di usianya yang sudah melewati satu abad, banyak orang mungkin mengira ia akan lebih banyak beristirahat. Namun tidak bagi Nenek Sutiah. Ia tetap semangat berjalan kaki ke Masjid Nabawi untuk menunaikan salat lima waktu, meski cuaca di Madinah cukup terik.
“Shalat, sering,” ucapnya mantap saat ditanya apakah ia rutin ke Masjid Nabawi.
“Kuat jalannya, mbah?” tanya tim MCH.
“Kuat,” jawabnya mantap, menunjukkan bahwa kekuatan bukan hanya soal fisik, tapi juga keteguhan hati dan niat yang tulus.
Sehari-hari di kampung halamannya, Nenek Sutiah hanya bertani. Di masa tuanya, ia menghabiskan waktu di rumah, sesekali mencabut rumput di halaman. Ia tidak punya rahasia khusus soal kesehatan, namun mengaku menjaga pola makan sederhana: hanya makan nasi, sayur, daging, dan menghindari ayam potong.
“Daging makan, ayam potong yang ndak makan mas. Kenapa ndak makan? Mboten remen. Sayur-sayuran makan mbah? Makan,” ujarnya santai.
Keinginan untuk berhaji bukan hal baru bagi Nenek Sutiah. Ia sudah mendaftar sejak tahun 2013, dan akhirnya tahun ini panggilan itu datang. Ini juga menjadi kali pertamanya menginjakkan kaki di Arab Saudi, tinggal di hotel, dan menikmati makanan yang menurutnya sangat cocok.
“Di sini uenak. Nggih. Yo senang poko’e. Makanan yang disediakan panitia cocok semua, cocok dilidah,” kenangnya.
Kini, setelah tujuh hari berada di Madinah, Nenek Sutiah telah lima kali ke Masjid Nabawi. Di usianya yang ke-107 tahun, ia telah menjadi inspirasi nyata bahwa tekad yang kuat dan niat yang tulus mampu menembus batas usia dan raga.
Dengan sembilan anak dan 25 cucu yang menanti kabar darinya, kisah Nenek Sutiah bukan hanya menjadi catatan dalam sejarah haji Indonesia, tapi juga pengingat bagi kita semua — bahwa harapan, doa, dan usaha tak pernah sia-sia, selama hati tetap tertambat pada Sang Pemilik Waktu.
