MADANINEWS.ID, MAKKAH – Menunaikan Salat Jumat di Masjidil Haram menjadi impian banyak jemaah haji. Namun, karena tingginya jumlah jemaah dan kondisi cuaca yang ekstrem, Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ali Machzumi, membagikan beberapa tips penting agar ibadah berjalan lancar dan nyaman, khususnya bagi jemaah Indonesia.
Berikut panduan yang perlu diperhatikan jemaah:
1. Berangkat Maksimal Pukul 10.00 WAS
Jemaah pria yang hendak Salat Jumat di Masjidil Haram disarankan berangkat lebih awal menggunakan bus shalawat.
“Kami mengimbau jemaah yang sudah berada di Makkah untuk salat Jumat di Masjidil Haram, agar berangkat dengan tertib. Berangkat maksimal jam 10.00 WAS dari hotel,” kata Ali, Kamis (15/5/2025), di Kantor Urusan Haji, Makkah.
Gunakan bus shalawat sesuai rute yang tertera di kartu jemaah masing-masing.
2. Hindari Cuaca Panas dengan Masuk Lebih Awal ke Masjid
Cuaca Makkah yang sangat panas bisa membahayakan jemaah yang datang terlambat dan tidak mendapatkan tempat di dalam masjid.
“Karena cuaca ekstrem, jemaah berangkat lebih awal dan diharapkan mendapatkan tempat di dalam masjid, supaya jemaah tidak kepanasan,” lanjut Ali.
3. Pulang Lebih Lambat, Hindari Antrean Bus
Ali juga menyarankan agar jemaah tidak terburu-buru pulang usai salat. Tunda kepulangan sekitar 30–60 menit agar tidak harus mengantre lama dalam terik matahari.
“Agar jemaah tidak antre bus, kami imbau untuk pulang lebih akhir setengah hingga satu jam. Sehingga nanti tidak perlu antre bus di tengah cuaca terik,” katanya.
4. Gunakan Pendorong Resmi untuk Lansia atau Jemaah Berkursi Roda
Jika membawa anggota keluarga lansia atau berkursi roda, gunakan jasa pendorong resmi yang telah disediakan panitia.
Ali juga mengimbau, untuk lansia dan jemaah lain yang memakai kursi roda agar menggunakan jasa pendorong resmi yang sudah disediakan. Hal ini untuk memastikan keamanan, kenyamanan dan keselamatan jemaah.
5. Selalu Kenakan Kartu Nusuk
Jemaah wajib membawa kartu Nusuk saat keluar hotel, terutama saat hendak masuk area Masjidil Haram. Petugas Arab Saudi rutin melakukan pemeriksaan dokumen ini.
“Untuk jemaah haji yang beraktivitas di luar hotel harus selalu mengenakan kartu nusuk. Bisa digantungkan di leher maupun ditaruh di tas. Para petugas resmi dari pihak Arab Saudi akan selalu memeriksa. Jadi jemaah akan aman beraktivitas di luar hotel,” imbuh Ali.
Dengan mengikuti panduan ini, jemaah haji Indonesia diharapkan bisa menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan aman, tanpa harus terganggu oleh padatnya jemaah atau cuaca ekstrem.
