IBADAH.ID, Jeddah – Menghadapi musim haji yang akan mulai bergulir Sabtu (14/07) depan, Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA) tengah sibuk mematangkan beragam persiapan. Perwakilan dari berbagai pemerintah terkait pun berkumpul di bandara untuk membahas rencana operasional untuk musim Haji.
Dilansir dari Saudi Gazette pada Selasa (10/07/2018), tahun ini jumlah peziarah yang datang melalui Bandara King Abdul Aziz diperkirakan mencapai 2 juta orang. Adapun seluruh operasional kedatangan jamaah haji tahun ini akan dilaksanakan di bawah pengawasan Otoritas Umum untuk Penerbangan Sipil (GACA) bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah dan swasta.
Direktur Jenderal KAIA Ismael Fuad mengatakan setiap elemen pemerintah berkomitmen untuk melakukan upaya maksimal dan menyukseskan musim haji tahun ini dan memberikan layanan terbaik kepada para peziarah.
Disaat bersamaan Kementerian Haji dan Umrah tengah mematangkan persiapan final untuk pengaturan akomodasi para peziarah di dua kota suci. Pejabat dari kementerian telah mengadakan pertemuan dengan misi haji luar negeri untuk menyelesaikan beragam persiapan menjelang kedatangan jamaah haji yang tinggal menghitung hari.
Direktur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah Marwan Al-Sulaimani melakukan pertemuan terpisah di Jeddah dengan pejabat negara-negara pengirim jamaah haji terbanyak seperti India, Pakistan, Bangladesh, dan Mesir.
“Kerajaan Arab Saudi sangat tertarik untuk menerapkan e-system untuk Haji yang mencakup semua aspek dari kedatangan para peziarah sampai keberangkatan mereka,” kata Sulaimani seperti dikutip dari Saudi Gazette.
“Kerajaan Arab Saudi ingin memperluas prosedur elektronik dari visa haji seperti yang dilakukan dengan negara-negara tertentu dan juga membedakan peziarah dengan identifikasi khusus untuk kategori tertentu demi membantu dan memberikan mereka kenyamanan selama berada di Kerajaan Arab Saudi,” sambungnya
Pada pertemuan tersebut, Kementerian Haji dan Umrah juga mengingatkan para misi haji luar negeri untuk meningkatkan orientasi dan program kesadaran bagi para peziarah mengenai aspek agama, kode etik, lingkungan, keselamatan dan kesehatan selama berada di tanah suci.
Sulaimani menambahkan Kementerian Haji dan Umrah sejauh ini telah mengadakan pertemuan dengan delegasi Haji di lebih dari 50 negara.
Musim haji kali ini, penerbangan pertama yang membawa jemaah haji datang dari India, Pakistan dan Bangladesh dan negara-negara lain. Mereka dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Prince Muhammad Bin Abdulaziz di Madinah serta Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah pada Sabtu 14 Juli.
