MADANINEWS.ID, JAKARTA — Memasuki akhir bulan Ramadhan sebagian besar masyarakat Indonesia khususnya umat muslim biasanya melakukan tradisi bepergian ke kampung halaman atau mudik lebaran ke kampung halaman. Apalagi setelah adanya pembatasan perjalanan dan larangan mudik lebaran selama periode 2020-2022 akibat pandemi yang mewabah, diprediksi jumlah pemudik tahun ini akan meningkat signifikan bahkan menurut Kemnhub jumlahnya bisa mencapai 123 juta orang.
Nah, saat hendak mudik bagi selain memastikan keamanan kendaraan yang akan dikendarai, para pemudik juga dianjurkan untuk membaca doa agar diberi kelancaran dan keselamatan saat perjalanan hingga sampai di tempat tujuan.
Adapun berikut doa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW:
- Membaca Bismillah
- Lalu membaca doa berikut:
الحَمْدُ للهِ/سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
Alhamdulillāhilladzī/subhānalladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahū muqrinīna, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūna.
Artinya, “Segala puji bagi Allah/maha suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami. Padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sungguh, kami akan kembali kepada Tuhan kami.”
3. Membaca lafadz Hamdallah (3x) – اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ
4. Membaca lafadz Takbir (3x) – ٱللَّٰهُ أَكْبَرُ
5. Kemudian membaca doa berikut:
سُبْحَانَكَ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى فَاغْفِرْ لِى فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ
Subhānaka innī zhalamtu nafsī faghfirlī fa innahū lā yaghfiruz dzunūba illā anta.
Artinya, “Maha suci Engkau, sungguh aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sungguh, tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.”
Doa ini disampaikan oleh Imam an-Nawawi dalam al-Adzkar. Ia mengutip riwayat Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasai dari Sayyidina Ali ra terkait doa berkendaraan. (Imam an-Nawawi, al-Adzkar, 1971: 188).
Dalam praktiknya, orang sering menyingkat doa di atas hanya membaca nomor satu yaitu membaca basmalah dan nomor dua yaitu membaca Subhānaka innī zhalamtu nafsī faghfirlī fa innahū lā yaghfiruz dzunūba illā anta.
Selain serangkaian bacaan di atas, pemudik juga bisa membaca surat Al-Ikhlash saat perjalanan. Karena ada anjuran untuk memperbanyak bacaan surat al-ikhlas di akhir Ramadhan. Pembacaan surat ini merupakan amalan salah seorang sahabat yang diafirmasi oleh Rasulullah SAW atau disebut sebagai sunah taqririyyah. Berikut bacaan lengkap Surat Al-Ikhlas:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4
Qul huwallâhu ahad. Allâhus shamad. Lam yalid, wa lam yûlad. Wa lam yakullahû kufuwan ahad.
Artinya: “Katakanlah, ‘Dialah Allah yang esa. Dia tempat bergantung. Dia tidak melahirkan dan tidak dilahirkan. Tiada satu pun yang menyamai-Nya.’”
