Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Idul Fitri 2023 Diprediksi Berbeda Dan Jatuh Pada Sabtu 22 April 2023

Irawan Nugroho
19 April 2023 | 12:15
rubrik: News, Nusantara
Idul Fitri 2023 Diprediksi Berbeda Dan Jatuh Pada Sabtu 22 April 2023
Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID. JAKARTA – Karena ketinggian Hilal Toposentris / Mar’i masih sebesar 2° 29′ 17,1″ atau 2,5° (di atas ufuk) dan Elongasi masih kecil, yaitu 3° 8′ 16,25″ atau 3,1°, sehingga belum imkan ar-ru’yat atau hilal kemungkinan besar belum bisa dirukyat atau dilihat dengan menggunakan teropong / teleskop jika awan cerah, maka diprediksi awal bulan Syawal 1444 H di Indonesia jatuh pada hari Sabtu Pon, 22 April 2023 M.

Hal ini diungkapkan Rois Idaroh Wustho Jatman Provinsi Banten, Al-Hasib KH. M. Thobary Syadzily. Sebagaimana diketahui, penentuan awal bulan Syawal 1444 H / 2023 M didasarkan pada Kriteria Baru Kemenag RI (New MABIMS), yaitu tinggi hilal mininal 3° dan elongasi 6,4°.

Karena itu kemungkinan besar Idul Fitri 2023 bakal dilaksanakan berbeda. Prediksi KH. M. Thobary Syadzily ini selaras dengan dengan Prediksi BRIN. Sebelumnya, Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1444 H jatuh pada hari Jumat 21 April 2023. Penetapan tersebut didasari dengan penghitungan metode hisab wujudul hilal.

Dasar Perhitungan

Menurut KH. M. Thobary Syadzily, dasar perhitungan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1444H jatuh pada hari Sabtu Pon, 22 April 2023 M, didasarkan pada perhitungan ilmu falak secara manual sistem Nautical Almanac pada data Matahari (Sun) dan Bulan (Moon) hari Kamis Legi, 20 April 2023 (Hari Rukyatul Hilal). Adapun dasar perhitungannya adalah sebagai berikut.

Pertama. Pusat Observasi Bulan.

Pusat Observasi Bulan (POB) : Banda Aceh – Indonesia

Lintang Tempat (Ø ) : 5° 33′ 13,2” Lintang Utara

Bujur Tempat ( λ ) : 95° 19′ 1,8″ Bujur Timur

Tinggi Tempat/ Elevasi ( EL ) : 0 meter di atas Permukaan Laut

 

Kedua. Dasar Perhitungan

  1. Ijtima’ ( اجتماع / Konjungsi / New Moon ) akhir bulan Ramadhan 1444 H. terjadi pada hari Kamis Legi, 20 April 2023 M. pada pukul 11 : 12 : 00 WIB (siang hari).
  2. Matahari Terbenam ( غروب الشمس/ Sunset ) hari Kamis Legi, 20 April 2023 di Banda, Aceh pada pukul 18 : 46 : 00 WIB
  3. Hilal Terbenam ( غروب الهلال / Moonset ) pada pukul 18 : 55 : 57 WIB
  4. Greenwich Hour Angle (GHA) Bulan hari Kamis Legi, 20 April 2023 pukul 11:46 GMT = 352° 54′ 35”
  5. Deklanasi Bulan hari Kamis Legi, 20 April 2023 pukul 11:46 GMT = 12° 55′ 1”
  6. Horizontal Parallax Bulan hari Kamis Legi, 20 April 2023 pukul 11:46 GMT = 0° 58′ 7,4″
  7. Semi Diameter Bulan hari Kamis Legi, 20 April 2023 pukul 11:46 GMT = 0° 15′ 48″
  8. Tinggi Hakiki / Geosentris Hilal ارتفاع الهلال الحقيقي ) / True or Geocentric Altitude of the Crescent Moon) = 2° 57′ 38,48” = 2,96° ( di atas ufuk / above horizon ).
  9. Tinggi Lihat / Toposentris Hilal ( ارتفاع الهلال المرئي/ Apparent or Topocentric Altitude of the Crescent Moon ) = 2° 29′ 17,1” = 2,5° ( di atas ufuk / above horizon ).
  10. Lama Hilal di atas ufuk ( الهلال فوق الأفق مكث / Long of the Crescent ) = 9 menit 57 detik.
  11. Azimuth Matahari ( سمت الشمس / Azimuth of the Sun ) = 281° 39′ 41,8” atau 281,7°.
  12. Azimuth Hilal ( سمث الهلال / Azimuth of the Crescent ) = 282° 42′ 3,73″ atau 282,7°.
  13. Posisi Hilal 1° 2′ 21,93” atau 1° di sebelah Utara Matahari Terbenam dalam keadaan miring ke Selatan sebesar 22° 40′ 23,83” atau 22,7°.
  14. Lebar Nurul Hilal (سمك الهلال / Crescent Widht) = 0° 10′ 47,15″ = 0,179764821 jari.
  15. Umur Hilal ( عمر الهلال / Age of the Crescent Moon) = 7 jam 34 menit.
  16. Elongasi (زاوية الاستطالة / Elongation) = 3° 8′ 16,25” = 3,1°.
  17. Berdasarkan Ilmu Astronomi: Ketinggian Hilal Toposentris / Mar’i tersebut di atas sebesar 2° 29′ 17,1″ atau 2,5° (di atas ufuk ) dan Elongasi masih kecil, yaitu 3° 8′ 16,25″ atau 3,1° belum imkan ar-ru’yat yaitu hilal kemungkinan besar belum bisa dirukyat atau dilihat dengan menggunakan teropong / teleskop jika awan cerah. Dengan demikian: Awal bulan Syawal 1444 H. di Indonesia jatuh pada hari Sabtu Pon, 22 April 2023 M.
See also  10 Konten Hoaks Paling Berdampak di Tahun 2018 Versi Kominfo, Ratna Sarumpaet Teratas

 

Catatan

Penentuan awal bulan Syawal 1444 H / 2023 M ini berdasarkan pada Kriteria Baru Kemenag RI (New MABIMS), yaitu tinggi hilal mininal 3° dan elongasi 6,4°.  Namun demikian, keputusan selanjutkan menunggu hasil pengumuman Menteri Agama RI dalam Sidang Itsbat Syawal 1444 H di Jakarta pada hari Kamis malam Jum’at, 20 April 2023 usai shalat maghrib berjama’ah.

Previous Post

Hendak Mudik? Jangan Lupa Lafalkan Doa Ini !

Next Post

Destinasi Wisata DKI Jakarta Siap Sambut Wisatawan Selama Libur Lebaran 2023

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks