Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Gandeng Jamsyar, BAZNAS Kembangkan Desa Kreatif di Bantul

Abi Abdul Jabbar Sidik
9 July 2018 | 13:06
rubrik: Komunitas Islami
Gandeng Jamsyar, BAZNAS Kembangkan Desa Kreatif di Bantul

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kerja sama dengan PT. Jamkrindo Syariah (Jamsyar) merealisasikan program pemberdayaan ekonomi masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).(foto:Baznas)

Share on FacebookShare on Twitter

IBADAH.ID, Yogyakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus menggelorakan moto “kuat karena zakat”. Antara lain melalui kerja sama dengan PT. Jamkrindo Syariah (Jamsyar) merealisasikan program pemberdayaan ekonomi masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Alhamdulillah, PT. Jamkrindo Syariah memercayakan dana zakat ke BAZNAS untuk disalurkan dalam bentuk program pemberdayaan masyarakat di Desa Wonolelo, Pleret, Kabupaten Bantul. Ini merupakan salah satu dari 75 desa tertinggal di wilayah Provinsi Yogyakarta,” ujar Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Mohd. Nasir Tajang dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (08/07/2018).

Hadir di lokasi acara sejumlah direksi dan perwakilan manajemen Jamkrindo Syariah, serta Kepala BAZNAS Microfinance, Noor Aziz dan amil BAZNAS, Asto Duriad.

Menurut Nasir, Desa Wonolelo memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk program ekonomi.

“Salah satunya adalah industri kreatif. Sudah sejak lama, masyarakat di kampung ini melakukan aktivitas ekonomi melalui pengembangan industri kreatif, mulai dari kerajinan bambu, tas perca, dan beberapa kerajinan lain dari kayu. Berbagai model produk hasil kerajinan bambu dan tas perca telah dihasilkan desa ini,” ujar dia.

Meski sudah lama, jelas Nasir, kerajinan masyarakat dalam kondisi timbul tenggelam, karena bergantung pada dukungan permodalan yang minim.

“Modal itu diperlukan untuk pengadaan bahan baku perca maupun bambu. Sebagaimana dituturkan oleh para warga, bahan baku perca diperoleh dari Solo. Sedangkan bambu didapatkan dari daerah Gunungkidul,” kata dia.

Nasir memaparkan, perjuangan menjadikan kerajinan sebagai sektor ekonomi utama, sangat diharapkan masyarakat. Ini akibat kondisi wilayah pertanian mereka yang hanya mengandalkan tadah hujan.

“BAZNAS hadir dengan program pemberdayaan ekonomi. Tujuannya adalah mewujudkan Desa Wonolelo sebagai Desa Kreatif, sehingga dapat menjadi sektor ekonomi utama masyarakat secara berkelanjutan,” ucap dia.

See also  Baznas Perkuat Digitalisasi Sebagai Langkah Optimasi Pengelolaan Zakat

Nasir menerangkan, skema yang diterapkan adalah penyediaan akses dukungan permodalan dan pelayanan pengembangan usaha (business development).

Ini dikelola BAZNAS Microfinance melalui kemitraan dengan salah satu Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) di Yogyakarta, yaitu BPRS Margirizki Bahagia.

“Dalam rangka memperkuat Desa Kreatif inilah, pada Ahad (8/7/2018) PT. Jamkrindo Syariah menyerahkan zakatnya ke BAZNAS di lokasi program,” ujar dia

Tags: baznasDesa KreatifJamkrindo SyariahZakat Baznas
Previous Post

PRISTAC Optimis Santri Dapat Mandiri Dengan Pelatihan Pengolahan Kacang Kedelai

Next Post

Menteri PPN: Ekonomi Islam Harus Manfaatkan Inovasi Teknologi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks