IBADAH.ID, Depok – Santri PRISTAC (Pesantren for the Study of Islamic Thought and Civilization) At-Taqwa Depok, Program Studi Kewirausahaan sejak Ahad (08/07/2018) kemarin tengah bersiap mengikuti proses pengolahan kacang kedelai.
Antusiasme dan rasa ingin tahu mereka terlihat dari kesigapan menyiapkan peralatan dan menyimak paparan yang diberikan oleh instruktur.
Pengasuh PRISTAC Kusnadi mengatakan, teknik mudah membuat olahan dari kacang kedelai merupakan ilmu dan pengalaman baru bagi para santri.
Selain itu, dengan mengenalkan alat manual dan mesin, hal tersebut akan memacu santri untuk produktif ketika salah satunya tak dapat berfungsi.
“Santri-santi kita banyak yang terkaget-kaget betapa mudahnya membuat sesuatu yang menurut anggapan mereka sulit. Saat diperkenalkan teknik pastry yang simpel juga begitu. Reaksinya sama. ‘Kirain sulit’,” kata Guru Kewirausahaan meceritakan kepada Ibadah.id Senin (9/7).
Salah satu santri asal Gunung Sindur, Bogor, Muhammad Fadlan mengaku senang dapat mengikuti kegiatan kewirausahaan. Ia berjanji ketika kembali ke tempat tinggalnya di Bogor akan mengajarkan masyarakat sekitar ilmu yang didapatkan di Pesantren.
“Alhamdulillah dapat ilmu baru, sebelumnya tidak tahu bagaimana cara membuatnya. Saya kira prosesnya sulit, ternyata mudah sekali,” pungkasnya. (Rio/Kontributor)
